Ferdy Sambo Mengaku Tak Ikut Tembak Brigadir J Saat Rekonstruksi, Komnas HAM Beri Pendapat Serius

Metro | Suara.com

Kamis, 01 September 2022 | 18:32 WIB
Ferdy Sambo Mengaku Tak Ikut Tembak Brigadir J Saat Rekonstruksi, Komnas HAM Beri Pendapat Serius
Mantan Kadiv Propam Irjen Pol Ferdy Sambo (tengah) usai menjalani sidang kode etik diMabes Polri (Suara.com/Alfian Winanto)

Metro, Suara.com - Ada perbedaan yang sangat mencolok dalam rekonstruksi pembunuhan Brigadir J di rumah dinas Ferdy Sambo atau tempat kejadian perkara (TKP). Hal itu disampaikan Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Ahmad Taufan.

Menurut Taufan, ada satu adegan yang dirasa sangat penting dan krusial dalam proses rekonstruksi pembunuhan Brigadir J pada Selasa (28/8/2022) lalu, yakni saat eksekusi Brigadir J di rumah dinas Ferdy Sambo di Jalan Duren Tiga. 

Taufan mengatakan, disebut krusial karena menurut Komnas HAM, terlihat ada perbedaan keterangan antara tersangka Bharada E dengan Ferdy Sambo saat eksekusi Brigadir J.  

“(Perbedaan) Itu jadi catatan bagi penyidik," ujar Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik dalam keterangan resminya yang dikutip pada Kamis (1/9/2022).

Perbedaan keterangan itu terletak pada siapa saja yang ikut menembak Brigadir J. Menurut Taufan, ada perbedaan pengakuan dari dua tersangka kunci yakni tersangka Bharada E yang mengaku Ferdy Sambo ikut menembak. 

Sementara pada saat rekonstruksi, Ferdy Sambo menyangkal semua keterangan Bharada E tentang bahwa dirinya ikut menembak Brigadir J di rumah TKP. 

"(Tersangka) Richard (Bharada E) mengatakan bukan hanya dia yang menembak, tapi juga Ferdy Sambo. Sementara yang satu (Ferdy Sambo) lagi (bilang) cuma menyuruh dia. Itu kan perbedaan yang cukup substantif," ujar Taufan lagi.

Meski demikian, perbedaan keterangan saat rekonstruksi ini menurut Taufan itu adalah hak masing-masing tersangka. Karena manurutnya nanti di pengadilan pun mereka memiliki hak untuk saling membantah keterangan masing-masing tersangka. 

Jika sudah demikian, terus Taufan, tinggal bagaimana nanti majelis hakim yang akan memutuskan berdasarkan tuntutan jaksa. Tuntutan jaksa sendiri itu juga berasal dari penyidikan yang dilakukan oleh polisi.

"Maka memperkuat penyidikan dan penuntutan poin yang paling penting supaya dalam persidangan nanti seluruh konstruksi yang sudah disusun penyidik itu memang diterima oleh hakim," ujar dia.

Selanjutnya Taufan mengatakan, dari keseluruhan adegan rekonstruksi di tiga lokasi, hanya tentang perbedaan keterangan antara kedua tersangka yakni Bharada E dan Ferdy Sambo lah yang paling penting. 

Sementara mengenai adegan, misalnya, Kuat Ma'ruf yang membawa pisau saat peristiwa di rumah Magelang, Taufan menganggap hal itu tidaklah terlalu signifikan dalam proses penyidikan. 

"Kalau soal itu (Kuat memegang pisau) larinya ke motif. Tidak signifikan. Nah, yang paling signifikan pada hari kejadian siapa yang merencanakan, siapa yang mengeksekusi. Sekarang ada selisih, yang satu mengakui dua orang, yang satu lagi mengakui hanya satu orang," pungkasnya.

Perbedaan itulah yang menjadi pekerjaan rumah penegak hukum dan menanti untuk dikuak. Untuk diketahui, dalam proses rekonstruksi itu dihadirkan kelima tersangka. Yakni Ferdy Sambo, Bharada Eliezer, Brigadir Ricky Rizal, Putri Candrawathi dan Kuat Ma’ruf. (*)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Rekonstruksi 7 Jam Lebih Pembunuhan Brigadir J, Ini Runtutan Peristiwa di 2 Lokasi

Rekonstruksi 7 Jam Lebih Pembunuhan Brigadir J, Ini Runtutan Peristiwa di 2 Lokasi

| Selasa, 30 Agustus 2022 | 20:38 WIB

Adegan Penting Dalam Rekonstruksi Pembunuhan Brigadir J di Rumah Duren Tiga

Adegan Penting Dalam Rekonstruksi Pembunuhan Brigadir J di Rumah Duren Tiga

| Selasa, 30 Agustus 2022 | 20:36 WIB

Terkini

Timnas Indonesia Hadapi Mozambik Selain Oman di FIFA Matchday Juni 2026

Timnas Indonesia Hadapi Mozambik Selain Oman di FIFA Matchday Juni 2026

Bola | Jum'at, 08 Mei 2026 | 17:11 WIB

Pura-pura Mogok! Sabu 16 Kg dalam Ban Mobil Towing Terbongkar, Polda Metro Bekuk 2 Kurir di Depok

Pura-pura Mogok! Sabu 16 Kg dalam Ban Mobil Towing Terbongkar, Polda Metro Bekuk 2 Kurir di Depok

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 17:04 WIB

Ada Apa dengan IHSG Hari Ini, Ambruk 2% hingga 607 Saham Merah

Ada Apa dengan IHSG Hari Ini, Ambruk 2% hingga 607 Saham Merah

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 17:04 WIB

Teka-teki Kerangka Manusia Mengering di Area Tambak Surabaya

Teka-teki Kerangka Manusia Mengering di Area Tambak Surabaya

Jatim | Jum'at, 08 Mei 2026 | 17:02 WIB

Menyibak Pesona Motor Italia Sekelas Vixion tapi V-Twin, Harga Masih Jadi Misteri

Menyibak Pesona Motor Italia Sekelas Vixion tapi V-Twin, Harga Masih Jadi Misteri

Otomotif | Jum'at, 08 Mei 2026 | 17:01 WIB

Ashari Ditangkap Kasus Cabuli Santriwati, Pengacara Klaim Ada Oknum 'Kiai Pati' Coba Redam Kasus

Ashari Ditangkap Kasus Cabuli Santriwati, Pengacara Klaim Ada Oknum 'Kiai Pati' Coba Redam Kasus

Entertainment | Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:55 WIB

Petaka di Pantai Wedi Awu: Saat Video WhatsApp Memicu Amuk Massa Terhadap Wisatawan Surabaya

Petaka di Pantai Wedi Awu: Saat Video WhatsApp Memicu Amuk Massa Terhadap Wisatawan Surabaya

Malang | Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:53 WIB

Filipina Mulai Ketar-ketir Efek Domino Konflik Geopolitik, Termasuk Perang AS - Iran

Filipina Mulai Ketar-ketir Efek Domino Konflik Geopolitik, Termasuk Perang AS - Iran

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:52 WIB

Putus Hubungan dengan WHO, Amerika Serikat Berisiko Kehilangan Jejak Penyebaran Hantavirus

Putus Hubungan dengan WHO, Amerika Serikat Berisiko Kehilangan Jejak Penyebaran Hantavirus

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:51 WIB

Catatan Tertulis Suku Indian Navajo Tunjukkan Hantavirus Sudah Lama Mengintai Umat Manusia

Catatan Tertulis Suku Indian Navajo Tunjukkan Hantavirus Sudah Lama Mengintai Umat Manusia

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:42 WIB