Metro, Suara.com - Runtutan peristiwa dalam rekonstruksi pembunuhan berencana Brigadir J, berlanjut ke rumah dinas Sambo di Jalan Duren Tiga, Jakarta. Jarak rumah dinas dengan rumah pribadi Sambo hanya sekitar 400 meter saja.
Kelima tersangka dihadirkan dalam rekonstruksi ini, yakni Ferdy Sambo (FS), Putri Candrawathi (PC) yang merupakan istri Sambo, lalu Bharada Richard Eliezer (RE), Brigadir Ricky Rizal (RR) dan Kuat Ma’ruf (KM) yang menjadi sopir Putri.
Sebelumnya sudah digelar rekonstruksi di rumah Magelang yang dilakukan di halaman rumah pribadi Sambo di Jalan Saguling dan rekonstruksi di rumah pribadi itu sendiri. Sedikitnya ada 16 dan 35 adegan di kedua lokasi pertama itu.
Rekonstruksi lantas diteruskan di rumah dinas Sambo di Jalan Duren Tiga, Jakarta Selatan. Rumah itu menjadi lokasi pembunuhan Yosua atau Brigadir J.
Setelah para tersangka datang ke rumah dinas atau TKP, terlihat Sambo memakai sarung tangan hitam pada tangan kirinya. Meski masih terikat kabel ties, Sambo juga terlihat memegang sebuah pistol.
Sambo memperagakan adegan selanjutnya yaitu saat pistol jatuh di dekat rumah. Seorang saksi Brigadir Romer sempat menghampiri untuk mengambil pistol tersebut, tetapi langsung diambil Sambo.
Tangan Ferdy Sambo masih tampak diikat dengan kabel ties saat dikawal sejumlah petugas dan berjalan menuju rumah dinas.
RR panggil Brgadir J
Selanjutnya ada adegan RR memanggil pemeran Yosua di pekarangan rumah dinas Ferdy Sambo.
Baca Juga: Rekonstruksi 7 Jam Lebih Pembunuhan Brigadir J, Ini Runtutan Peristiwa di 2 Lokasi
RR memanggil pemeran J setelah sempat masuk ke rumah bersama PC hingga FS. Dalam rekonstruksi itu, tampak RR menghampiri J lalu mengajaknya masuk ke rumah.
Itulah saat terakhir hidup Brigadir J sebelum dieksekusi di dalam rumah dinas Ferdy Sambo.
Brigadir J dengan pemeran pengganti terlihat dalam momen menunduk sambil memohon-mohon sebelum ditembak RE di dalam rumah Duren Tiga. RE yang mengenakan baju tahanan oranye tampak berdiri menghadap Brigadir J.
RE terlihat memegang pistol dan mengarahkannya ke arah Brigadir J. Keterangan mengenai momen Brigadir J menunduk dan memohon-mohon juga disampaikan oleh pembawa acara Polri TV. Namun FS tidak dihadirkan, hanya ada RE dan Brigadir J.
RE memegang pistol dan mengarahkannya ke arah Brigadir J yang diperankan pemeran pengganti dalam posisi duduk menunduk dan memohon-mohon.
Hanya RE yang terlihat, namun tiga tersangka lain tidak ada. Setelah itu ada adegan FS berdiri menghadap ke Brigadir J yang diperankan oleh pemeran pengganti. FS menodongkan pistol bersama RE ke Brigadir J pemeran pengganti.
Brigadir J tampak mengangkat kedua tangannya seolah memohon agar jangan ditembak. Setelah itu, pemeran Brigadir J terbaring di lantai setelah adegan penembakan. FS tampak mendekat dan memeragakan adegan lain di dekat jasad Brigadir J yang berada di lantai.
Selanjutnya, FS memegang bagian belakang tubuh Brigadir J dan menembak ke arah dinding yang menuju lantai 2 rumah. FS lalu menembak lagi ke arah dinding lain. Pistol yang digunakan FS menembak dinding lalu diletakkan di samping jenazah Brigadir J. (*)