Metro.Suara.com - Mujur tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Seperti peribahasa itulah nasib yang dialami Maryani, wanita renta yang sehari-hari berdagang kue keliling kampung. Ia harus menelan pil pahit karena dagangannya dibayar dengan uang palsu, beberapa hari lalu.
Entah siapa yang tega membayar dagangan wanita 70 tahun itu dengan uang palsu. Peristiwa itu, menurut Maryani, yang ditemui pada Minggu (18/9/2022) siang, berlangsung cepat dan ia tidak mengenali orang yang membayar dengan pecahan Rp100 ribu palsu itu.
Warga Jalan Sukardi Hamdani Nomor 55, Kecamatan Labuhan Ratu, Bandar Lampung itu menuturkan, orang itu awalnya membeli kuenya Rp10 ribu. Setelah Maryani memberikan uang kembalian Rp90 ribu, orang itu langsung kabur.
“Saya sempat curiga karena dia kayak buru-buru gitu. Saya tanya uangnya palsu dia gak jawab langsung pergi,” ungkap Maryani kepada beberapa awak media yang menemuinya di sela-sela ia berdagang.
Maryani tahu uang itu palsu setelah bertanya kepada seorang pemilik warung dan memeriksanya. Setelah peristiwa yang diterjadi di sekitar Jalan Untung Surapati, Bandar Lampung itu, Maryani langsung lemas dan menangis.
Saksi mata pemilik toko yang iba dengan apa yang dialami Maryani, kemudian mencoba membantu dengan melaporkan pada aparatur kelurahan.
Menurut Maryani, ciri-ciri orang yang membeli dengan uang palsu itu berperawakan kurus tinggi, memakai topi, dan membawa ayam jago. Masyarakat diminta waspada karena peredaran uang palsu kembali marak. (*)