Metro, Suara.com-Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim optimistis Gerakan Nasional (Gernas) Bangga Buatan Indonesia (BBI) akan menguatkan dan menjadi bekal untuk memajukan kebudayaan lokal sekaligus menjadi transformasi sistem pendidikan Indonesia.
“Saya yakin, masyarakat Polewali Mandar dan Sulbar punya semangat yang luar biasa untuk terus mengembangkan dan memajukan daerah ini. Sulbar memiliki kekayaan budaya yang potensial untuk terus dikembangkan, menjadi tulang punggung dari pembangunan yang berkelanjutan,” tutur Nadiem secara daring pada Puncak Gernas BBI, Kamis (20/10), di Polewali Mandar (Polman), Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar).
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak dan meminta sinergi seluruh pemangku kepentingan untuk menyukseskan arahan Presiden Joko Widodo yakni tercapainya 30 juta UMKM on boarding pada 2024.
“Butuh komitmen dari pemimpin organisasi untuk menjadi teladan suksesnya pengembangan perekonomian lokal. Terima kasih kepada Kemendikbudristek, Bank Indonesia, pemda, asosiasi, idEA, Top Brands, dan media. Selamat kepada UMKM yang menjadi tulang punggung ekonomi kita. Tingkatkan terus kapasitas untuk Sulbar mandiri,” ujar Luhut secara daring.
Sementara itu Penjabat (Pj.) Gubernur Sulbar, Akmal Malik menyampaikan rasa bangga atas dilaksanakannya acara Puncak/Harvesting Gernas BBI di Polman. Kegiatan ini dapat memberi peluang dalam meningkatkan jumlah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)/Industri Kecil dan Menengah (IKM) termasuk pelaku ekonomi Kreatif yang masuk dalam ekosistem digital.
“Tentu kegiatan ini memberi peluang meningkatkan UMKM sehingga dapat meningkatkan jumlah penjualan atau transaksi pembelian produk lokal, dapat meningkatkan daya beli masyarakat, perluasan pasar, akses permodalan, dan percepatan siklus ekonomi lokal melalui belanja produk lokal di Sulawesi Barat ini,” ucap Akmal Malik.
Menurutnya tujuan akhir kegiatan ini adalah peningkatan jumlah UMKM on boarding, Pelatihan dan Bimbingan UMKM sehingga naik kelas, serta peningkatan transaksi UMKM baik secara langsung/luring (offline) maupun daring (online), dan seluruh pemangku kepentingan yang terlibat. Tercatat, sekitar 125.215 UMKM/IKM yang terdaftar secara resmi di Sulbar.
Pada acara Puncak/Harvesting Gernas BBI ini panitia menyiapkan 40 stan (booth) yang akan diisi oleh kurang lebih 50 UMKM. “Saya harap geliat UMKM dapat membangkitkan gairah pemulihan ekonomi khususnya di Sulbar,” imbuhnya.
Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Sulbar hingga akhir bulan September, pelaksanaan Peningkatan Penggunaan Produk Pengadaan Barang dan Jasa Dalam Negeri (P3DN) melalui Biro Pengadaan Barang dan Jasa telah terealisasi sebanyak 348 Paket P3DN dengan nilai sebesar Rp60 miliar dan diharapkan terus meningkat hingga akhir tahun 2022.
Baca Juga: Lewat Seni dan Budaya, Kemendes dan Keluarga Maluku Utara Kampanyekan Gernas BBI
Salah satu ciri khas Sulbar yang juga dijadikan maskot Gernas BBI adalah burung maleo, hewan endemik Indonesia dengan ciri fisik yang khas, yaitu wajah yang bercorak kekuningan dan tubuh yang berwarna keputihan. Tampil sebagai wajah Gernas BBI Semangat Sulbar, Maleo mengenakan kain tenun khas Sulbar.
Ada berbagai macam tenun khas Sulbar, antara lain Tenun Ikat Sekomandi, Tenun Sutra Mandar, dan Tenun Sambu Mamasam. “Masing-masing memiliki corak yang tidak hanya indah, tetapi juga mengandung nilai-nilai kearifan lokal yang telah diwariskan oleh para leluhur dan bisa menjadi inspirasi dalam mengembangkan produk-produk UKM di Sulawesi Barat,” kata Akmal Malik.
Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Doni Primanto Joewono menyampaikan bahwa Bank Indonesia terus berkomitmen untuk mendukung Gernas BBI melalui sinergi dengan kementerian, lembaga, pemda serta pihak terkait dengan melakukan penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas UMKM dan perluasan akses pembiayaan.
Kantor perwakilan Bank Indonesia Sulbar sendiri telah melaksanakan berbagai kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kompetitif guna mewujudkan UMKM yang berdaya saing. Seperti fasilitasi legalitas UMKM bersinergi bersama Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi manusia Sulawesi Barat, lokakarya (workshop) sertifikasi halal, kurasi produk UMKM bersama kurator lokal dan nasional dan pelatihan digitalisasi yang mencakup pelatihan on boarding UMKM pada platform sosial media maupun marketplace, pelatihan pencatatan keuangan dengan SiApik serta digitalisasi pembayaran menggunakan QRIS.
Berdasarkan data Bank Indonesia per September 2022, jumlah merchant QRIS di provinsi Sulawesi Barat sebanyak 56.951 merchant. “Pencapaian tersebut tidak terlepas dari sinergi dan kolaborasi antara Bank Indonesia dan PJSP bank dan non bank, pemda, dan instansi vertikal lainnya,” tutur Doni.
Disamping itu, dalam pelaksanaan Gernas BBI ini, kantor perwakilan Sulbar bekerja sama dengan Dinas Perdagangan Perindustrian dan Koperasi dan UMKM Provinsi Sulbar menampilkan 40 UMKM yang telah diseleksi dan dikurasi pada showcase UMKM yang akan berlangsung hingga esok hari. UMKM tersebut merupakan UMKM unggulan Provinsi Sulbar yang bergerak pada sektor kain/fashion, kerajinan kopi, makanan dan minuman olahan dan seluruhnya telah memiliki QRIS.