Metro.Suara.com - Hujan yang mengguyur sejumlah daerah di Lampung menyebabkan banjir cukup besar di Lampung Selatan.
Berdasarkan informasi yang didapatkan, Dusun Purwodadi, Desa Sidodadi, Kecamatan Sidomulyo dan Desa Beringin Kencana, Kecamatan Candipuro mengalami banjir terparah hingga mencapai ketinggian lebih kurang 1 meter.
Hingga kini, ratusan warga telah di evakuasi oleh petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Lamsel.
"Kalau di Kecamatan Candipuro yang terkena banjir ada di Desa Sidoasri, Dusun Way Galih, Desa Sidoasri jalan terusan indah menuju Desa Rantau Minyak dan Sinar Palembang. Lalu Desa Tasik, Desa Karya Mulyasari, Dusun Sindang Sari, Desa Bumijaya menuju Desa Trimomukti dan Desa Beringin Kencana," kata Indra warga Kecamatan Candipuro.
Ruli Fikriansyah, Kepala Bidang Damkar dan Penyelamatan Lamsel mengatakan, pihaknya terus melakukan evakuasi warga di Dusun Purwodadi, Desa Purwodadi Kecamatan Sidomulyo. Hal ini disebabkan, luapan air sungai sudah memasuki ratusan rumah warga sejak tadi malam Rabu (26/10/2022).
"Sudah sekitar seratusan warga yang berhasil dievakuasi. Sekarang kami bersama aparatur desa setempat masih melakukan penyelamatan bagi warga yang membutuhkan," ujarnya kepada awak media yang dikutip pada Kamis siang.
Kakak Adik Meninggal Terseret Banjir
Akibat banjir itu, dua remaja di Desa Sukamaju, Kecamatan Sidomulyo juga dikabarkan meninggal dunia akibat terseret arus banjir, pada Kamis 27 Oktober 2022.
Kedua korban meninggal dunia merupakan kakak adik Halimah (14) dan Romlah (12). Satu balita lainnya yang ikut terseret banjir umur 4 tahun dikabarkan selamat dari musibah tersebut.
Baca Juga: Kakak Adik di Lampung Selatan Meninggal Terseret Banjir, Bayi 4 Bulan Selamat
Absorihim, Kepala Desa Sukamaju Kecamatan Sidomulyo membenarkan kedua korban perempuan tersebut adalah warganya.
Saat banjir, kakak adik tersebut sedang bermain di depan rumahnya yang berdampingan dengan sawah.
"Saat bermain, tiba-tiba tenggelam dan ditemukan telah meninggal dunia," kata Absorihim. (*)