Mangkir Dua Kali, Polisi Bakal Jemput Paksa Terduga Pelaku Pemerkosa Siswi SLB Kalideres

Muhammad Yasir | Faqih Fathurrahman | Suara.com

Minggu, 24 Mei 2026 | 20:39 WIB
Mangkir Dua Kali, Polisi Bakal Jemput Paksa Terduga Pelaku Pemerkosa Siswi SLB Kalideres
Ilustrasi kekerasan seksual. [Suara.com/Ema Rohimah]
  • Polres Metro Jakarta Barat akan melakukan jemput paksa terhadap terduga pelaku kekerasan seksual di SLBN Kalideres karena tidak kooperatif.
  • Hasil tes DNA menunjukkan keterlibatan pelaku dalam kasus kehamilan siswi disabilitas yang diketahui keluarga pada Mei 2024 lalu.
  • Kasus ini menyebabkan korban mengalami trauma mendalam dan putus sekolah, sehingga keluarga mendesak polisi segera melakukan penahanan pelaku.

Suara.com - Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Jakarta Barat akan melakukan upaya jemput paksa terhadap terduga pelaku kekerasan seksual yang menghamili seorang siswi Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri di Kalideres.

Langkah ini diambil lantaran pelaku dinilai tidak kooperatif setelah dua kali mangkir dari panggilan penyidik.

Kasat Res PPA PPO Polres Metro Jakarta Barat, Kompol Nunu Suparmi, menjelaskan bahwa pihaknya telah melayangkan surat panggilan secara resmi, namun yang bersangkutan tidak pernah hadir.

"(Sampai hari ini) memang masih proses pemanggilan. (Alasan mangkir dari pemeriksaan) enggak ada alasan," ujar Nunu saat dikonfirmasi, Minggu (24/5/2026).

Nunu memastikan bahwa pihak kepolisian tidak akan membiarkan kasus ini berlarut-larut.

Jika panggilan ketiga tetap diabaikan, tim penyidik akan langsung bergerak melakukan penjemputan paksa sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

"Nanti kan ada upaya paksa, sesuai prosedur," tegasnya.

Di sisi lain, pihak keluarga korban mendesak agar kepolisian segera menetapkan status tersangka dan menahan pelaku.

Suwondo, paman korban, mengungkapkan bahwa berdasarkan informasi yang ia terima, keterlibatan pelaku sudah didukung oleh bukti saintifik yang kuat.

"Terduga pelaku pemerkosa siswi SLBN 10 Jakarta positif dari hasil tes DNA," ungkap Suwondo.

Kronologi 

Tragedi ini menimpa AS (15), seorang siswi disabilitas dengan keterbatasan pendengaran, bicara, dan intelektual.

Kehamilan AS baru diketahui pada malam takbiran, 6 Mei 2024, setelah sang ibu, Rusyani, melihat anaknya mengalami muntah-muntah dan kondisi fisiknya melemah.

Rusyani mengaku awalnya tidak menaruh curiga karena siklus menstruasi AS memang tidak teratur. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan medis, ia sangat terpukul mengetahui putrinya telah hamil lima bulan.

"Saya masuk ke USG, dinyatakan anak saya hamil lima bulan. Saya shock di situ sampai gak bisa ngapa-ngapain," tutur Rusyani.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Soroti Rentetan Kasus Kekerasan, Lukman Hakim Saifuddin: Kondisi Saat Ini Sangat Mencemaskan

Soroti Rentetan Kasus Kekerasan, Lukman Hakim Saifuddin: Kondisi Saat Ini Sangat Mencemaskan

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 19:50 WIB

Pesantren Dikepung Kekerasan Seksual, KUPI: SOP dan Bu Nyai Jadi Solusi Utama

Pesantren Dikepung Kekerasan Seksual, KUPI: SOP dan Bu Nyai Jadi Solusi Utama

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 16:09 WIB

Tak Kapok! Dosen UPN Yogyakarta Kembali Diproses Kasus Kekerasan Seksual Meski Pernah Disanksi

Tak Kapok! Dosen UPN Yogyakarta Kembali Diproses Kasus Kekerasan Seksual Meski Pernah Disanksi

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 14:08 WIB

Terkini

'Kami Diperlakukan Seperti Hewan!' Kesaksian Relawan Indonesia yang Ditawan Militer Israel

'Kami Diperlakukan Seperti Hewan!' Kesaksian Relawan Indonesia yang Ditawan Militer Israel

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 20:12 WIB

Duduk Perkara Kakek Mujiran Dipenjara Gegara Laporan PTPN I, BP BUMN Bereaksi

Duduk Perkara Kakek Mujiran Dipenjara Gegara Laporan PTPN I, BP BUMN Bereaksi

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 20:05 WIB

Soroti Rentetan Kasus Kekerasan, Lukman Hakim Saifuddin: Kondisi Saat Ini Sangat Mencemaskan

Soroti Rentetan Kasus Kekerasan, Lukman Hakim Saifuddin: Kondisi Saat Ini Sangat Mencemaskan

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 19:50 WIB

Listrik Sumatra Utara Sudah Pulih 100 Persen, PLN Minta Warga Waspada Hoaks

Listrik Sumatra Utara Sudah Pulih 100 Persen, PLN Minta Warga Waspada Hoaks

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 19:25 WIB

Penuh Haru! 9 WNI Korban Penyekapan Israel Akhirnya Tiba di Indonesia

Penuh Haru! 9 WNI Korban Penyekapan Israel Akhirnya Tiba di Indonesia

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 18:38 WIB

Tepis Mitos 'Lebih Aman', BPOM: 5 Juta Anak Darurat Merokok Akibat Tipu Daya Vape!

Tepis Mitos 'Lebih Aman', BPOM: 5 Juta Anak Darurat Merokok Akibat Tipu Daya Vape!

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 18:08 WIB

KUPI: Kekerasan Seksual di Pesantren Adalah Bentuk Penistaan Agama!

KUPI: Kekerasan Seksual di Pesantren Adalah Bentuk Penistaan Agama!

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 17:54 WIB

Wafat Jelang Puncak Armuzna, Jemaah Haji Asal Pekanbaru Bakal Dibadalhajikan

Wafat Jelang Puncak Armuzna, Jemaah Haji Asal Pekanbaru Bakal Dibadalhajikan

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 17:02 WIB

Usut Penyebab Blackout Sumatra, Bareskrim Periksa Bukti Sutet Putus di Jambi

Usut Penyebab Blackout Sumatra, Bareskrim Periksa Bukti Sutet Putus di Jambi

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 16:31 WIB

Pesantren Dikepung Kekerasan Seksual, KUPI: SOP dan Bu Nyai Jadi Solusi Utama

Pesantren Dikepung Kekerasan Seksual, KUPI: SOP dan Bu Nyai Jadi Solusi Utama

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 16:09 WIB