Ceramah Muhammad Ainun Nadjib atau Cak Nun belakangan menjadi sorotan publik. Pasalnya dia dianggap menghina Presiden Joko Widodo atau Jokowi karena menyebutnya Firaun.
Menanggapi pernyataan Cak Nun, pegiat media sosial sekaligus pengamat politik Jhon Sitorus menyebutkan bahwa Jokowi memiliki perbedaan yang kontras dengan Firaun.
Dia membandingkan sosok Jokowi yang tengah melakukan blusukan ke pasar.
"Fir'aun itu, ditakuti rakyat bukan disenangi rakyat seperti Jokowi. Fir'aun itu suka duduk di Istana, tidak suka blusukan seperti Jokowi," ungkap Jhon Sitorus dalam cuitan di Twitternya pada Jumat (20/1/2023).
"Fir'aun itu tidak mau salaman dengan rakyatnya, Jokowi selalu salaman. Fir'aun itu tidak boleh disebut namanya sembarangan, Jokowi boleh," imbuhnya.
Cuitan tersebut sontak mengundang berbagai respons dari warganet.
"Kalau Jokowi seperti Firaun, orang seperti cak nun sudah duluan dia usir," komentar warganet.
"Kalau kayak firaun udah abis itu yang suka hina-hina Jokowi," imbuh warganet lain.
"Jadi yang Firaun sebenarnya siapa hayo," tambah lainnya.
"Ternyata anda lebih paham bang, maklum dana sudah cair, apapun dia lakukan walau kesambet setan sekalipun demi sesuap nasi," tulis warganet kolom komentar.
Diketahui sebelumnya bahwa pada saat memberikan ceramah di Kajian Maiyah, Cak Nun blak-blakan menyebut Jokowi seperti Firaun. Budayawan ini juga membandingkan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan bak Haman.
Bukan hanya menyinggung Jokowi dan Luhut, Cak Nun juga mengungkapkan jika Indonesia juga telah dikuasi oleh Qorun, yakni pengusaha Anthony Salim.