Pengamat politik Burhanuddin Muhtadi menyampaikan bahwa saat ini masih jauh untuk menentukan sosok capres maupun cawapres dari partai politik untuk mendapatkan Pemilu.
Kendati demikian, setidaknya sudah ada tiga poros dalam peta koalisi politik Indonesia menjelang Pilpres 2024 mendatang.
Pertama adalah poros PDI Perjuangan yang disebut Burhanudinn bisa maju Pilpres tanpa berkoalisi dengan parpol lain.
"Setidaknya sudah ada, satu PDI Perjuangan yang bisa maju tanpa berkoalisi dengan partai lain karena sudah memenuhi syarat boarding pass ya presidential threshold," ujar Burhadudinn dikutip dari tayangan tvOne, Selasa (24/01/2023).
Lalu ada Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang terdiri dari Partai Golongan Karya (Golkar), Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Meski KIB masuk dalam poros peta koalisi, Burhanuddin sendiri mengaku tak begitu yakin koalisi ketiga partai itu bisa bertahan atau tidak.
Terakhir, adalah Gerindra dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang baru-baru ini diresmikan.
"Yang kedua adalah KIB ya terlepas nanti bisa bertahan atau tidak nih, yaitu Golkar, P3 dan PAN. Dan ketiga adalah Gerindra dan PKB," ungkap Burhanuddin.
Di sisi lain, Koalisi Perubahan yang terdiri Partai NasDem, PKS dan Demokrat yang tak masuk ke dalam tiga poros tersebut masih menjadi tanda tanya.
Baca Juga: Kejam Tilap Dana Korban Lion Air Rp 117 Miliar, Eks Bos ACT Divonis 3 Tahun Penjara
Burhanuddin menyebut bahwa langkah Koalisi Perubahan ditentukan oleh pengusungan capres-cawapres dari ketiga poros tersebut.
"Jadi setidaknya berdasarkan peta koalisi partai hari ini sudah ada tiga poros koalisi. Yang lain tentu apakah mereka berhasil membentuk poros tersendiri, NasDem PKS atau Demokrat. Ataukah mereka bergabung dengan poros yang ada itu sangat ditentukan oleh capres-cawapres mana yang diusung oleh ketiga poros ini," terangnya.
Ia menegaskan bahwa poros koalisi saat ini memang sudah ada, akan tetapi 'calon pengantin' alias capres dan cawapresnya belum ada.
"Porosnya sudah ada tetapi calon pengantinnya belum ada. Nah ini yang kita tunggu calon pengantinnya siapa nih 2024," sambungnya.
Lebih lanjut, Burhanuddin menyampaikan bahwa kesuksesan untuk memenanhkan Pilpres terdapat pada sosok atau figur yang diusung oleh parpol tersebut.
Dalam hal ini, partai sering kali dijadikan kendaraan politik untuk mengantarkan sosok figur yang populer di masyarakat.