“Bahkan dia sampai membawa nama Allah saat meminta maaf,” kata Venna Melinda.
Venna mengakui, saat itu pun dirinya langsung memaafkan KDRT yang diperbuat Ferry Irawan lantaran dirinya sangat cinta.
Karena itu pula, saat Ferry Irawan melanggar janji dan bahkan membuat Venna Melinda berlumurah darah, dirinya langsung melapor ke polisi.
Tapi, Ferry Irawan justru tidak mau mengakui semua perbuatannya. Dia berkukuh tidak melakukan KDRT kepada Venna Melinda.
Saking kesalnya, saat dipertemukan polisi, Venna Melinda mendesak Ferry Irawan mengakui tindakannya dengan membeberkan kapan saja dirinya dianiaya.
“Di depan polisi aku desak dia, ‘Abi ngaku gak, Abi sering squish (meremas) aku?’ Dia cuma diam,” kata Venna.
Karena diam, Venna kembali mendesak, “Kalau Abi enggak mau ngaku, aku enggak mau ngomong. Akhirnya dia bilang ‘Iya Abi ngaku’. Tapi memang saat dipertemukan, tidak bisa direkam, di ruangan polda.”
Venna di hadapan polisi terus mendesak Ferry Irawan mengakui semua KDRT yang dilakukannya.
“Aku desak lagi, semua dengar kok. Aku tanya lagi, ‘Abi ngaku enggak, Abi suka bekap aku?’ Aku bilang juga ‘Sampai kalau aku sudah begini (memukul kasur tanda tak bisa bernapas) baru dilepas?’ Dia jawab ‘Iya’ begitu,” kata Venna Melinda.
Di hadapan polisi juga Venna Melinda mengakui mendesak Ferry Irawan agar mengakui dirinya dibekap, ditekan hidungnya hingga pembuluh darah pecah.
“Dia Cuma diam,” kata Venna Melinda.