Venna Melinda akhirnya mau mengungkapkan, dirinya sudah berulang kali menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga selama bersuamikan Ferry Irawan.
Ibunda Verrell Bramasta tersebut mengatakan, penganiayaan yang terjadi di kamar hotel Kota Kediri beberapa waktu lalu bukanlan KDRT pertama Ferry Irawan.
“Aku ingat pertama kali dia melakukan KDRT itu saat aku kerja di Medan,” kata Venna Melinda saat menjadi bintang tamu acara Feni Rose, dikutip Metro, Kamis (26/1/2023).
Saat itu, Venna mengakui diundang sebagai bintang tamu oleh salah satu BUMN yang mengadakan acara di Medan, Sumatera Utara.
Ketika itulah dirinya menjadi korban KDRT oleh Ferry Irawan untuk pertama kali. Bahkan, Venna masih mengingat tanggal kejadiannya.
“Kejadiannya tanggal 17 November 2022,” kata dia.
Tapi, Venna Melinda saat itu tidak melaporkan KDRT tersebut ke keluarga atau polisi. Sebab, Ferry Irawan langsung meminta maaf.
Sambil menangis, kata Venna, Ferry Irawan meminta maaf dan berjanji tak melakukan hal yang sama lagi ke depannya.
“Bahkan dia sampai membawa nama Allah saat meminta maaf,” kata Venna Melinda.
Venna mengakui, saat itu pun dirinya langsung memaafkan KDRT yang diperbuat Ferry Irawan lantaran dirinya sangat cinta.
Karena itu pula, saat Ferry Irawan melanggar janji dan bahkan membuat Venna Melinda berlumurah darah, dirinya langsung melapor ke polisi.
Tapi, Ferry Irawan justru tidak mau mengakui semua perbuatannya. Dia berkukuh tidak melakukan KDRT kepada Venna Melinda.
Saking kesalnya, saat dipertemukan polisi, Venna Melinda mendesak Ferry Irawan mengakui tindakannya dengan membeberkan kapan saja dirinya dianiaya.
“Di depan polisi aku desak dia, ‘Abi ngaku gak, Abi sering squish (meremas) aku?’ Dia cuma diam,” kata Venna.
Karena diam, Venna kembali mendesak, “Kalau Abi enggak mau ngaku, aku enggak mau ngomong. Akhirnya dia bilang ‘Iya Abi ngaku’. Tapi memang saat dipertemukan, tidak bisa direkam, di ruangan polda.”
Venna di hadapan polisi terus mendesak Ferry Irawan mengakui semua KDRT yang dilakukannya.
“Aku desak lagi, semua dengar kok. Aku tanya lagi, ‘Abi ngaku enggak, Abi suka bekap aku?’ Aku bilang juga ‘Sampai kalau aku sudah begini (memukul kasur tanda tak bisa bernapas) baru dilepas?’ Dia jawab ‘Iya’ begitu,” kata Venna Melinda.
Di hadapan polisi juga Venna Melinda mengakui mendesak Ferry Irawan agar mengakui dirinya dibekap, ditekan hidungnya hingga pembuluh darah pecah.
“Dia Cuma diam,” kata Venna Melinda.