Pengakuan mantan politisi Partai Demokrat, Marzuki Alie, di program Brother at Podcast di kanal YouTube MindTV Indonesia belum lama ini sangat menjadi sorotan.
Pasalnya dengan tegas Marzuki membongkar perangai Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harirmurti Yudhoyono (AHY). Dalam kesempatan itu, Marzuki bahkan mengaitkan karakter AHY dengan terjadinya Kongres Luar Biasa (KLB) Deli Serdang yang menggegerkan beberapa waktu silam.
"Banyak hal kenapa KLB itu harus terjadi. Kekecewaan dari kader, banyak kader yang takut, mereka tidak setuju tapi takut. Begitu mereka bergerak langsung dipecat," ujar Marzuki.
"Jadi luar biasa otoritariannya ya, kepemimpinan yang sangat otoriter yang dilakukan oleh AHY," sambungnya, seperti dikutip pada Sabtu (28/1/2023).
Bahkan tanpa sungkan, mantan Ketua DPR RI itu mengaitkan kepemimpinan AHY dengan pangkat terakhirnya sebelum pensiun dari TNI. Diketahui AHY memutuskan mundur dari karier menterengnya sebagai tentara ketika masih berpangkat mayor.
"Mungkin pangkat itu akan menunjukkan karakter. Kalau dia jenderal pasti dia lebih soft, lebih bijak, (tapi) mungkin (karena masih berpangkat Mayor) itu langsung hantam saja, hajar saja," ungkap Marzuki.
Seluruh pengakuan ini, ditegaskan Marzuki, adalah bagian dari pengalamannya membangun dan membesarkan partai namun berakhir dipecat tanpa kesempatan mengklarifikasi atau membela diri.
"Kader-kader yang berseberangan hantam, pecat. Itulah faktanya. Saya saja tidak ada klarifikasi, atau dipanggil karena apa, langsung keluarkan SK Pemecatan. Apa kita ingin punya pemimpin seperti itu?" tutur Marzuki, merujuk pada wacana AHY maju sebagai calon wakil presiden untuk mendampingi Anies Baswedan.
Marzuki menyayangkan sikap AHY yang langsung mengambil keputusan tanpa mengklarifikasi kepada pihak bersangkutan, apalagi karena kader-kader senior Partai Demokrat yang dipecat juga sangat berperan dalam membesarkan partai di masa awal pembentukan.
Baca Juga: Sosok Ilham Wahyudi Tersangka KPK yang Mirip Pedagang Burung, Bank Sampai Salah Blokir Rekening
Marzuki tak menepis bahwa dirinya memang sempat salah berbicara sesuatu yang tidak pantas. Namun sayang, bukannya diklarifikasi, dirinya malah langsung dipecat oleh AHY.
"Ya harusnya ada komunikasi, untuk mendewasakan dia sebagai pemimpin," terang Marzuki.
"Harusnya lebih soft, ini kan kader senior kita, orang yang telah berjuang sama-sama dengan ayah saya. Panggil dong, kita bicara dulu," imbuhnya menyarankan.
Karena itulah, Marzuki menilai Partai Demokrat di bawah kepemimpinan AHY sekarang tidak akan mewujudkan cita-cita yang dijanjikan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di masa lalu.
"Apa yang dijanjikan oleh ayahnya dulu, menjadi negara yang demokrasi, yang dimulai dari pembangunan partai yang demokratis, (tapi) dengan cara seperti ini nggak akan terbangun. Jadi ya hanya bullshit saja," pungkasnya menegaskan.