Pengamat politik sekaligus pegiat media sosial Jhon Sitorus menyebut Partai NasDem lebih baik meninggalkan Anies Baswedan.
Hal itu disampaikan Jhon Sitorus melalui akun jejaring media sosial Twitternya. Dalam cuitannya itu, Jhon menyebut meninggalkan Anies Baswedan merupakan pilihan terbaik NasDem.
"Meninggalkan Abas adalah pilihan terbaik bagi Nasdem," tulis @Miduk17 dilihat pada Senin (30/01/2023).
Jhon Sitorus pun membeberkan alasannya mengapa NasDem perlu meninggalkan Anies. Menurutnya, suara NasDem sendiri akan semakin merosot jika terus mendukung Anies dan bahkan akan membuat citra partai semakin buruk.
Jika lanjut mendukung Anies, Jhon menyatakan bahwa NasDem akan ditinggal tokoh-tokoh partainya yang berpengaruh dan konstituen yang dahulunya loyal kepada NasDem.
Selain itu, Jhon menilai bahwa Anies sendiri tak mampu menarik suara elektoral untuk partai besutan Surya Paloh itu. Terakhir, Anies dianggap dekat dengan organisasi masyarakat (ormas) radikal.
"Suara Partai Makin MEROSOT. Citra partai makin BURUK. Ditinggal tokoh2 berpengaruh. Ditinggal konstituen yg dulu loyal. Abas tak mampu menarik suara elektoral utk Nasdem. Abas dekat dengan ormas RADIKAL," tulisnya.
Lebih lanjut, Jhon menyampaikan bahwa elektabilitas NasDem sendiri merosot dan tak naik secara signifikan.
Akan tetapi, Partai Demokrat dan PKS lah yang semakin moncer dari manuver Anies yang melakukan safari politik di sejumlah daerah.
Baca Juga: 5 Fakta Sidang Replik Richard Eliezer dan Putri Chandrawathi Digelar Hari Ini
"Elektabilitas Nasdem bahkan tak naik2 meski sudah MENUNGGANGI Abas ke daerah2 dan rumah2 ibadah. Justru PKS dan Demokrat yang panen dari safari Abas," ungkap Jhon Sitorus.
"Konstituen Abas secara psikologis mengingatkan bahwa beban masa lalu antara Nasdem dan Abas di Pilgub 2017 belum selesai," pungkasnya.