Sejak saat itulah Marc Klok jatuh cinta kepada Indonesia dan sepakbolanya.
“Ya rasanya memang aneh. Ketika saya datang, orang-orang bilang saya adalah superstar yang datang ke Makassar. Ada yang minta foto, tanda tangan. Sedangkan saat di Skotlandia, tak ada yang mengenal saya,” kata Marc Klok dikutip dari siniar Podcast 433: The Home of Football, Kamis (2/2/2023).
Soal penyambutan itu, Klok berkata, “Benar-benar kaget. Saya pikir, wow inilah hidupku yang baru. Saya akan dan bisa hidup dengan ini.”
Tapi, saat dirinya bergembira, datanglah kabar buruk tersebut. Persisnya saat Marc Klok baru dua hari berada di Indonesia: ayah tirinya meninggal dunia.
Kontan saja keriaan Marc Klok berubah menjadi kedukaan. Sebab, hubungannya dengan ayah sambungnya tersebut sangat erat.
“Saya sangat bingung dan sedih. Apalagi saya datang ke Indonesia sendirian, tak ada yang mendampingi. Tak ada keluarga, tanpa pasangan. Tapi saya bertekad mengikhlaskan,” kata Marc Klok.
Kala itu, Marc Klok sempat berpikir pulang kampung ke Belanda untuk menemani sang bunda. Tapi ibunya justru meminta dirinya untuk tetap berada di Indonesia.
"Saya sedih sekali saat itu, tak tahu cara mendeskripsikannya. Saya ingin kembali bersama ibu saya. Tapi ibu bilang agar saya tetap di Indonesia. Kalau sudah membaik, baru ke Belanda,” kata Klok.
Marc Klok mencoba mengubah kesedihan ditinggal sang ayah itu sebagai penyemangat memulai karier baru sebagai pesepakbola di Indonesia.
“Saya saat itu bertekat membuat ayah dan ibu saya bangga.”
Ternyata, keputusan sang ibu dan Marc Klok tepat. Kariernya moncer di Liga Indonesia.
Setelah membela PSM Makassar, Marc Klok mengadu nasib di ibu kota dengan menjadi pemain Persija Jakarta tahun 2020.
Dia lantas beralih ke pelukan Persib Bandung dan berganti kewarganegaraan.
Marc Klok melakoni laga debut bersama Timnas Indonesia tahun 2022, dan hingga kini menjadi salah satu andalan Garuda.