Beredar narasi yang menyebut jika terdakwa kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J, Ferdy Sambo, melakukan percobaan pembunuhan kepada pengacara keluarga Yosua.
Suami Putri Candrawathi ini disebut telah melakukan percobaan pembunuhan sebanyak 7 kali kepada Kamaruddin Simanjuntak.
Informasi ini disebarkan melalui video yang diunggah oleh kanal YouTube Warta Informasi pada Senin (28/2/2023).
Dalam unggahannya, kanal YouTube ini menuliskan narasi sebagai berikut.
"Benr² dolim || Smbo sudh 7 kli cob bunvh pak Kamr udin?"
"KAMRUDIN DICELKAI. SAMBO 7 KLI COBA MEMBVNUHNYA."
Hingga kini, video ini telah ditayangkan sebanyak 2,2 ribu kali. Dalam komentar unggahan ini, tak sedikit netizen yang mempercayai klaim yang ditulis oleh pengunggah video.
Lalu benarkah klaim tersebut?
Penjelasan
Berdasarkan penelusuran metro.suara.com, klaim Ferdy Sambo berupaya melakukan percobaan pembunuhan sebanyak 7 kali kepada Kamaruddin Simanjuntak adalah tidak benar.
Faktanya, dalam video berdurasi 5 menit 42 detik ini sama sekali tidak berisi uraian dan penjelasan terkait klaim yang diunggah oleh pengunggah video.
Tayangan ini justru berisi beberapa potong video yang merekam momen persidangan Ferdy Sambo.
Selain itu, narator dalam video ini hanya membacakan artikel berjudul Berani Jadi Pengacara Keluarga Yosua, Kamaruddin Simanjuntak Mengaku 7 Kali Lolos dari Percobaan Pembunuhan yang diunggah oleh pikiran-rakyat.com pada 25 Februari 2023.
Artikel ini mengulas pernyataan Kamaruddin Simanjuntak yang mengaku memiliki tujuh nyawa lantaran bisa lolos dari percobaan pembunuhan. Dalam artikel ini, diuraikan pula bagaimana perjalanan Kamaruddin hingga akhirnya suka rela menjadi pengacara keluarga Brigadir J.
Terlepas dari isi video tersebut, hingga sekarang juga tidak ada informasi valid atau kredibel mengenai kabar Ferdy Sambo melakukan percobaan pembunuhan kepada Kamaruddin Simanjuntak sebanyak 7 kali.
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kabar Ferdy Sambo berupaya melakukan percobaan pembunuhan kepada Kamarudin Simanjuntak adalah keliru.
Informasi yang telah tersebar tersebut masuk dalam hoaks kategori konten menyesatkan.