Rafael Alun Trisambodo sebagai bapak dari Mario Dandy Satriyo, tersangka kasus penganiayaan brutal bikin kecewa para pembayar pajak sejati.
Bersungguh-sungguh bayar pajak alias menjadi pembayar pajak sejati lalu melihat Mario Dandy Satriyo, anak mantan pejabat eselon III Direktorat Jenderal Pajak, Rafael Alun Trisambodo pamer-pamer kendaraan merah bahkan melakukan penganiayaan brutal rasanya sungguh tidak adil.
Namun mengekspresikan perasaan ini lewat aksi boikot membayar pajak rasanya tidak tepat.
Dikutip kantor berita Antara via keterangan tertulis, demikian pernyataan pengamat pajak dari Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Fajry Akbar. Ia menilai ekspresi rasa kecewa terhadap mantan pejabat Direktorat Jenderal Pajak (DJP) lewat aksi boikot membayar pajak tidak tepat.
"Penerimaan pajak sangat penting bagi negara karena pajak memberikan banyak manfaat untuk pembangunan," jelas Fajry Akbar pada Rabu (8/3/2023).
Uang pajak yang dibayarkan masyarakat Indonesia disalurkan untuk membayar gaji guru, tentara, dan para pelayan publik lainnya. Jga digunakan sebagai subsidi kelompok yang berpendapatan rendah, memberikan bantuan sosial, dan membangun berbagai infrastruktur bagi rakyat.
Jadi, bisa dilihat bahwa manfaat membayar pajak sudah terpampang dengan jelas.
Fajry Akbar menyayangkan anggota masyarakat yang ikut gerakan boikot membayar pajak untuk mengekspresikan kekecewaan terhadap kasus yang menjerat mantan pejabat pajak Rafael Alun Trisambodo.
Pasalnya membayar pajak adalah sebuah kewajiban dari kehidupan sebagai warga negara dan konsekuensi sebagai warga negara Indonesia. Kekecewaan bisa disalurkan dengan cara yang lain, seperti mendorong transparansi.
"Publik bisa mendorong ada perbaikan birokrasi di tubuh DJP," tandasnya.
Terkini, lebih dari 40 rekening yang dimiliki Rafael Alun Trisambodo tengah dihentikan. Termasuk di dalamnya adalah atas nama Mario Dandy Satriyo, serta istrinya Ernie Meike Torondek. Dari pelaporan harta kekayaan yang "hanya" mencapai Ro 65 miliar atau terpaut kurang dari Ro 2 miliar dibandingkan milik Menteri Keungan Sri Mulyani Indrawati, nilai yang dimilikinya disebut-sebut mencapai Rp 500 miliar.
Bapak empat anak itu juga telah memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memberikan klarifikasi soal Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pada Rabu (1/3/2023).
Dua tunggangan mewah yang digunakan anaknya, Mario Dandy Satriyo, untuk flexing atau pamer-pamer di muka umum, disebutkan bukan miliknya. Antara lain Harley-Davidson tanpa dokumen resmi, sedangkan Jeep Wrangler Rubicon memiliki BPKB dan STNK atas nama Ahmad Saefudin yang mendadak tidak diketahui keberadaannya.
Bila Rekening Gendut Bapak Mario Dandy Satriyo Jadi Dasar Aksi Boikot Bayar Pajak Rasanya Tidak Tepat
Metro Suara.Com
Kamis, 09 Maret 2023 | 10:38 WIB
Cari Tahu
Kumpulan Kuis Menarik
BERITA TERKAIT
"Woi, Setop!" Jadi Kalimat Hardikan untuk Mario Dandy Satriyo, Tersangka Tunjukkan Sikap Arogan di Depan Saksi Kunci
09 Maret 2023 | 10:04 WIB WIBREKOMENDASI
TERKINI
Your Say | 20:15 WIB
Your Say | 20:15 WIB
Entertainment | 20:15 WIB
Jatim | 20:10 WIB
Your Say | 20:10 WIB
Your Say | 20:00 WIB
Entertainment | 20:00 WIB