Telah beredar luas sebuah video dengan judul Dipimpin Langsung Panglima Yudo Margono, Ribuan TNI Resmi Deklarasi Anies Presiden 2023.
Video itu diunggah oleh akun Youtube Menara Istana. Hingga Kamis (18/5/2023), video tersebut sudah disaksikan lebih dari 43.000 kali, dikomentari 720 kali dan disukai lebih dari 1700 kali.
Tetapi benarkan ada deklarasi dari TNI yang dipimpin Panglima TNI untuk mendukung Anies Baswedan?
Penjelasan
Pusat Penerangan TNI, lewat siaran pers yang diunggah di website resmi TNI, pada Kamis menegaskan bahwa video berdurasi 8 menit 3 detik itu adalah bohong alias hoaks.
Video tersebut merupakan potongan-potongan video prajurit TNI, Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono dan Anies Baswedan yang tidak berkaitan dengan judul yang digunakan.
Potongan-potongan video itu diedit menjadi latar narasi yang mendukung Anies Baswedan maju sebagai calon presiden pada Pemilu Presiden (Pilpres) 2024.
Kepala Bidang Penerangan Umum (Kabidpenum) Pusat Penerangan TNI menegaskan bahwa TNI netral dan tidak mendukung calon/kandidat mana pun dalam pemilihan umum sehingga isi video itu yang menunjukkan seolah-olah TNI mendukung salah satu bakal calon presiden merupakan kabar bohong.
"Video tersebut menggabungkan tiga peristiwa di tempat dan waktu yang berbeda, yaitu kegiatan Laksamana Yudo Margono beserta prajurit TNI Angkatan Laut dari Korps Marinir di JICT Tanjung Priok, video prajurit TNI Angkatan Darat, serta video kegiatan Anies Baswedan di Kopassus," kata Aidil.
Tiga kegiatan itu, yaitu aktivitas olahraga Anies Baswedan bersama Kopassus berlangsung pada tanggal 9 November 2019 saat Anies menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Berikutnya potongan video Laksamana Yudo itu saat dia memberi arahan saat apel gelar pasukan di JICT Tanjung Priok, Jakarta, pada tanggal 23 November 2020.
Dalam video itu, Laksamana Yudo mengenakan seragam dan baret dengan emblem TNI AL sehingga Puspen TNI memastikan video itu direkam saat Yudo masih menjabat sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Laut.
Terakhir, video yang menampilkan seorang prajurit TNI AD juga merupakan kabar bohong. Dalam video itu, prajurit tersebut seolah-olah menyampaikan narasi yang mendukung Anies.
Namun, kalimat-kalimat yang diucapkan oleh prajurit TNI AD itu merupakan hasil voice over atau bukan dari suara asli.
Oleh karena itu, TNI meminta Menara Istana sebagai pemilik akun YouTube yang menyebarkan hoaks itu segera menghapus unggahan tersebut, menjelaskan informasi yang benar dan memohon maaf kepada publik serta TNI.
TNI juga mengimbau masyarakat lebih jeli dan berhati-hati dalam menerima informasi yang beredar di seluruh kanal media, termasuk di media sosial.
Kesimpulan
Video dari Menara Istana yang kini telah diubah judulnya menjadi "dukungan untuk anies membludak" adalah hoaks. Kontennya berisi potongan-potongan video yang tidak berkaitan serta ditambahkan suara dan narasi untuk mendukung Anies. Pihak Puspen TNI sendiri telah membantah kebenaran video tersebut.