Nama Rebecca Klopper belakangan ini menjadi perbincangan hangat warganet. Pasalnya, kekasih Fadly Faisal itu diduga terlibat skandal video syur.
Belakangan, beredar kabar bahwa Rebecca Klopper mengakui video syur yang tersebar di media sosial setelah berhasil dihipnotis oleh Uya Kuya.
Kabar itu sendiri dibagikan oleh kanal YouTube Berita Artis yang mengunggah video berjudul "Fadly Menangis - Akhirnya Rebecca Klopper Akui Video Asusila Tersebut, Saat Uya Berhasil Hipnotis".
Narasi serupa juga terlihat dalam thumbnail video. Disebutkan bahwa Rebecca mengakui video asusila 24 detik saat Uya Kuya berhasil menghipnotisnya.
Tampak seorang perempuan dalam keadaan tidak sadar yang duduk di antara Uya Kuya dan Fadly Faisal.
Hingga kini, video itu telah ditonton sebanyak lebih dari 2.000 penayangan. Lantas, benarkah Rebecca Klopper akhirnya mengakui video asusila tersebut?
CEK FAKTA:
Setelah menonton video berdurasi 5 menit 5 detik itu, tidak ditemukan adanya bukti valid ataupun pernyataan resmi yang menyatakan bahwa Rebecca Klopper mengakui video syur mirip dirinya yang tersebar di media sosial.
Video itu sama sekali tidak menampilkan tayangan terkait Rebecca Klopper yang dihipnotis Uya Kuya, sebagaimana yang diklaim pada judul unggahan.
Baca Juga: Ahli: Pemilu Proporsional Tertutup Ancam Alokasi Anggaran Untuk Kepentingan Rakyat
Hingga akhir video, narator tidak memberikan penjelasan kredibel tentang pengakuan Rebecca Klopper atas video syur yang kini tengah viral.
Hingga kini, Rebecca Klopper sendiri belum memberikan klarifikasi resmi.
Kesimpulan:
Berdasarken penjalasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kabar Rebecca Klopper mengakui video syur di depan Fadly Faisal saat dihipnotis Uya Kuya merupakan berita palsu atau hoaks.
Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email [email protected].