Elektabilitas Anies Baswedan, bakal calon presiden yang didukung Koalisi Perubahan, turun drastis seiring semakin puasnya publik terhadap kerja Presiden Jokowi dan kondisi ekonomi.
Ini merupakan temuan dalam studi lembaga survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang dirilis dan diulas pada Kamis (8/6/2023) di kanal Youtube SMRC TV. Studi itu membandingkan persepsi pemilih terhadap kinerja Jokowi, kondisi ekonomi dan elektabilitas Anies.
"Evaluasi publik (yang positif) terhadap kinerja Jokowi punya efek negatif terhadap Anies," kata Saiful Mujani.
SMRC memulai dengan memperlihatkan tren elektabilitas Anies sejak Mei 2021 hingga Mei 2023.
Elektabilitas Anies terlihat sempat melonjak hingga Desember 2022 dan mengalahkan Prabowo Subianto dari Gerindra. Tetapi memasuki 2023, Anies semakin tidak menarik bagi pemilih di Indonesia.
Per Mei 2023, menurut survei SMRC, elektabilitas Anies tinggal 19,7 persen, jauh tertinggal dari Prabowo (32,1 persen) dan Ganjar Pranowo dari PDIP (39,2 persen).
Di sisi lain, Indeks Kondisi Ekonomi Indonesia di sekitar Mei 2021 berada di titik terendah (49 dari skala 0-100) sejak 2015. Ini disebabkan oleh pandemi Covid-19.
Tetapi sejak akhir 2021 hingga Mei 2023, Indeks Kondisi Ekonomi terus meningkat hingga telah kembali ke normal seperti sebelum pandemi (65,8).
Demikian pun dengan Indeks Kinerja Presiden, yang trennya terus naik hingga mencapai puncaknya di 2023. Indeks Kinerja Presiden mencapai angka tertinggi di Mei 2023 (67,2) dan sempat turun pada di sekitar September 2021 dan Maret 2022.
Baca Juga: Elektabilitas Anies Merosot, SMRC: Ideologi Anies Islam, Pemilih Pancasila
SMRC lalu meneliti tentang korelasi antara elektabilitas dan kesukaan (likeablity) Anies pada periode sebelum dan sesudah 2023.
Sebelum 2023, korelasi antara elektabilitas dan likeability Anies positif, yakni di angka +0,68 (skala -1 sampai +1). Tetapi di 2023, korelasi antara dua faktor itu turun drastis menjadi hanya +0,101.
Korelasi antara elektabilitas Anies dengan Kondisi Ekonomi Nasional juga menunjukkan tren yang sama di sebelum dan sesudah 2023.
Sebelum 2023, korelasi antar elektabilitas Anies dengan kondisi ekonomi nilainya +0,259, tetapi di 2023 jeblok menjadi negatif, yakni -0,757.
Sama halnya dengan korelasi antara elektabilitas Anies dengan Kepuasan Publik Atas Kinerja Jokowi, yang nilainya 0,15 sebelum 2023 dan merosot jauh menjadi -0,98 di 2023.
"Jadi positioning Anies terhadap Jokowi salah. Jadi rakyat mencintai kinerja Jokowi," tegas Saiful.