Lebih lanjut Saiful menduga, turunnya elektabilitas Anies di 2023 seiring dengan semakin puasnya publik terhadap kinerja Jokowi dipicu oleh semakin terbukanya promosi oleh partai-partai penyokong mantan Gubernur Jakarta itu di publik.
Koalisi Perubahan yang diusung Anies memang kerap mengkritik pemerintah dan mengatakan akan mengubah pola pembangunan yang selama ini sudah diusung oleh Jokowi.
"Itu menciptakan persepsi di mata publik bahwa Anies tidak sejalan dengan pemerintah, sementara pemilih pada umumnya sejalan dengan pemerintah," lanjut Saiful.
"Jadi positioning politik ekonomi (Anies) tidak pas untuk merebut suara pemilih," tutup Saiful.