Berikut beberapa cuplikan luapan emosi yang ditunjukkan Mario Dandy Satriyo, penganiaya berat berencana atas Cristalino David Ozora Latumahina.
Sejak menjadi sosok viral karena melakukan penganiayaan berat berencana terhadap anak korban Cristalino David Ozora Latumahina, tingkah polah Mario Dandy Satriyo tidak lepas dari sorotan. Meski bukan pakar pemerhati bahasa tubuh, psikolog, atau pun ahli terkait hukum dan perilaku manusia, masyarakat umum bisa memandang tingkahnya berdasarkan norma dalam masyarakat.
Mulai bahasa tubuh, aksi, reaksi, sampai cara membawakan diri Mario Dandy Satriyo disebut lain dari biasa. Atau tidak sama dibandingkan kondisi emosi manusia pada umumnya.
Tentu saja untuk memahami atau mengerti mengapa ia bertindak demikian diperlukan kajian pakar. Akan tetapi sebagai pengingat,ini lima di antaranya.
![Mario Dandy Tertawa saat Dengar Kesaksian Ayah David [(@sosmedkeras)]](https://media.suara.com/suara-partners/metro/thumbs/1200x675/2023/06/14/1-mario-dandy-tertawa-saat-dengar-kesaksian-ayah-david-at-sosmedkeras.jpeg)
Bukti bahwa kemampuan Mario Dandy Satriyo dalam memahami dan memaknai situasi tidak sama dengan yang biasa ditemui di masyarakat. Istilah kata gagal fokus dalam bersimpati menyikapi kondisi yang membutuhkan empati:
1. Mario Dandy Satriyo tertawa saat mendengar kesaksian di pengadilan bahwa korbannya, Cristalino David Ozora Latumahina belum bisa mengenakan celana sendiri.
Lokasi: Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (13/6/2023). Jonathan Latumahina menjelaskan kepada hakim soal kondisi terkini korban, yaitu belum bisa mandi, belum bisa pakai celana sendiri. Dari posisi menunduk, Mario Dandy Satriyo langsung menegakkan kepala, bertatapan dengan salah satu pengacaranya, pengacara tersenyum tipis, dan Mario Dandy Satriyo tertawa di balik masker hitamnya.
2. Mario Dandy Satriyo minta maaf kepada keluarga korban sambil cengengesan.
Lokasi: di depan kamera ia meminta maaf atas penganiayaan yang ia lakukan kepada anak korban Cristalino David Ozora Latumahina. Akan tetapi mata sedikit berbinar dan senyum mengembang. Adapun pembelaan kuasa hukumnya, Andreas Nahot Silitonga adalah aksi yang dilakukan kliennya itu spontan dan akibat berada di bawah tekanan.
3. Tidak menunjukkan kerendahan hati kepada perempuan yang bisa diibaratkan seusia ibunya.
Lokasi: selesai menganiaya Cristalino David Ozora Latumahina, sosok perempuan di kompleks perumahan Ulujami Jakarta Selatan, ibu dari sahabat korban meneriakinya "woy!" agar berhenti memukuli korban dan bertanya siapa dia dan mengapa melakukan ini. Jawaban yang diberikan, "Adik perempuan saya dilecehkan!" bukan menjelaskan nama, maksud, dan tujuan.
4. Berangasan dan membentak sekuriti perumahan yang bukan lokasi rumahnya sendiri.
Lokasi: kompleks perumahan di Ulujami, Jakarta Selatan selesai ia melakukan penganiayaan berat terhadap anak korban. Dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (15/6/2023) satpam kompleks bernama Abdul Rasyid yang membantu mengangkat korban tergeletak di aspal menyatakan Mario Dandy Satriyo tampak emosi setelah menghajar korban, dan membentaknya. Mempertanyakan perasaan Abdul Rasyid bila keluarganya dilecehkan, berjalan ke sana ke mari, terus bergerak dan berkeringat seperti seseorang selesai berolah raga. Dan balas dibentak oleh Abdul Rasyid.
5. Tidak bisa menundukkan kepala barang sekalipun.
Lokasi: di mana pun, utamanya terlihat saat menatap para jurnalis, mulai saat konferensi pers beberapa hari pascakejadian tragis 20 Februari 2023, saat rekonstruksi, bahkan saat menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang dimulai Selasa (13/6/2023).