Bos besar pondok pesantren Al Zaytun dikabarkan telah ditangkap. Bukan Panji Gumilang, rupanya bos besar dari Ponpes Al Zaytun adalah orang dalam Istana Negara.
Informasi tersebut disebarkan oleh kanal YouTube KABAR NEWS yang mengunggah video berjudul "GEGER PAGI INI || ORANG DALAM ISTANA DIT4NGK4P, TERBUKTI BOS BESAR DIBALIK AL ZAYTUN".
Dalam thumbnail video terdapat narasi yang menyebutkan bahwa bos besar Ponpes Al Zaytun kebal terhadap hukum dan rupanya adalah orang dalam di Istana Negara.
Terlihat seseorang diberikan dengan tanda panah merah di antara kerumunan polisi. Terungkapnya bos besar Ponpes Al Zaytun membuat pelaku diseret keluar dari Istana Negara.
Hingga kini, video itu telah ditonton sebanyak lebih dari 10.000 penayangan. Namun, apakah benar orang dalam Istana Negara adalah bos besar Al Zaytun?
CEK FAKTA:
Setelah menonton video berdurasi 8 menit 4 detik di atas, narator hanya membahas tentang adanya dugaan orang pemerintahan terlibat dalam kasus Ponpes Al Zaytun. Pasalnya, hingga kini tidak ada tindakan tegas terhadap pondok pesantren tersebut.
Namun, hingga akhir video tidak ada bukti valid maupun pernyataan resmi yang menyatakan bahwa orang dalam Istana Negara ditangkap dan terbukti sebagai bos besar Ponpes Al Zaytun.
Selain itu, foto yang digunakan pada thumbnail merupakan hasil editan untuk memanipulasi konten. Faktanya, potret tersebut tidak ada kaitannya dengan Ponpes Al Zaytun.
Baca Juga: Bakal Main Film 'You'll Die In 6 Hours', Ini 4 Drama dari Park Ju Hyun
Isi video terbukti tidak sesuai dengan judul yang tertera.
KESIMPULAN:
Berdasarkan penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kabar orang dalam Istana Negara ditangkap karena terbukti sebagai bos besar Ponpes Al Zaytun adalah berita palsu atau hoaks.
Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email [email protected].