Konflik antara Nikita Mirzani dan Antonio Dedola tampaknya akan berjalan panjang. Apalagi karena kini Antonio menguliti perbuatan Nikita setelah dirinya menjatuhkan talak cerai.
Salah satunya adalah dengan Nikita yang nekat mendatangi rumah keluarga Antonio di Jerman. "Saya nggak percaya waktu Ibu saya menelepon, bilang kalau Nikita Mirzani sedang berdiri di depan rumah kami!" ujar Antonio, seperti dikutip dari Instagram Story-nya, Kamis (6/7/2023).
Antonio sempat memperlihatkan rekaman CCTV rumahnya pada tanggal 9 Juni 2023 sekitar pukul 19.00 waktu setempat. Tampak Nikita dengan balutan pakaian biru berdiri sambil tersenyum canggung di depan rumah sang mantan mertua.
"Dia ke rumah saya pada 09.06.2023 untuk minta maaf setelah menyumpahi ibu saya mati sekitar 6 minggu sebelumnya," kata Antonio, membongkar maksud kedatangan Nikita.
"Dia pikir dia bakal diterima di rumah saya setelah semua yang terjadi! Tentu saja tidak! Dia jelas nggak diterima setelah semua yang dia lakukan kepada ibu saya dan saya," sambungnya.
Namun Nikita ternyata tidak berhenti mengusik keluarga Antonio, suatu hal yang juga dikeluhkan oleh sang mantan polisi.
"Keluarga saya masih dihubungi sama dia. Dia nggak mau meninggalkan saya dan keluarga saya. Saudara perempuan saya, ibu saya, ayah saya," ucap Antonio yang seolah sudah sangat frustrasi menghadapi mantan istrinya.
Pasalnya Nikita mengirimkan pesan yang cukup panjang kepada keluarga Antonio. Nikita lantas mendesak mereka untuk memaksa Antonio segera meneken surat yang dikirim pengacara Nikita.
"Halo ayah Toni, saya harap pesan ini sampai ke Anda. Saya menghubungi anda karena saya butuh bantuan agar Toni menandatangani surat dari pengacara saya," tulis Nikita di pesan yang dikirim tanggal 24 Juni 2023.
Namun yang menjadi sorotan, Nikita sempat memberikan sedikit ancaman di akhir pesannya. "Tolong bilang (sampaikan pesan ini) ke anakmu, atau kita akan bertemu di pengadilan," tegas Nikita.
Nikita juga sengaja mengirimkan pesan yang sama dengan bahasa Jerman. "Saya tahu kamu nggak bisa bahasa Inggris," tutur Nikita seolah menekankan perintahnya supaya pesan tersebut disampaikan kepada Antonio.
Lagi-lagi Nikita meninggalkan ancaman, "Kalau enggak, kita akan bertemu di pengadilan!"