Jakarta International Stadium (JIS) dikabarkan telah dicoret dari daftar FIFA menjelang Piala Dunia U-17. Dengan kata lain, proyek senilai Rp 5 triliun tersebut dinyatakan gagal karena tidak disetujui oleh FIFA.
Kabar itu sendiri dibagikan oleh kanal YouTube PAKDE TV yang mengunggah video berjudul "Bung Tommy Welly Belas JIS Mati Matian, Nama JIS Stadion Sudah Dicoret Dari Daftar Fifa!!!".
Pada thumbnail video terdapat keterangan yang menyebutkan bahwa proyek senilai Rp 5 triliun sudah dinyatakan gagal karena JIS telah dicoret dari daftar FIFA.
Hingga kini, video itu sendiri telah disaksikan sebanyak lebih dari 14.000 penayangan.
Lantas, benarkah JIS dicoret dari daftar FIFA dan dinyatakan sebagai proyek triliunan yang gagal?
CEK FAKTA:
Klaim yang menyebut bahwa FIFA mencoret JIS dari daftarnya karena tidak disetujui merupakan informasi salah.
Setelah menonton video berdurasi 10 menit 6 detik tersebut, narator hanya menyinggung tentang Anies Baswedan yang kelimpungan karena JIS harus direnovasi lantaran tidak sesuai dengan standarisasi FIFA menjelang Piala Dunia U-17.
Namun hingga akhir video, tidak ada bukti valid ataupu pernyataan resmi yang menyebut bahwa FIFA mencoret JIS dari daftarnya.
Tak hanya itu, foto yang ditampilkan pada thumbnail juga tidak ada kaitannya dengan pemberitaan ini. Isi video terbukti tidak sesuai dengan judul yang tertera.
KESIMPULAN:
Berdasarkan penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kabar JIS telah dicoret oleh FIFA dan proyek senilai Rp 5 triliun itu dinyatakan gagal merupakan berita palsu atau hoaks.
Unggahan di atas dapat dikategorikan sebagai misleading content karena mengandung berita bohong.
Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email [email protected].