Seks sampai mentok sedang viral dibicarakan di media sosial belakangan ini. Banyak warganet mengaku bahwa berhubungan seks sampai mentok lebih nikmat.
Tetapi benarkah ada seks sampai mentok?
Seksolog dr. Haekal Anshari mengatakan sebenarnya tak ada hubungan seks sampai mentok. Yang dialami orang-orang sebenarnya adalah hubungan seks saat vagina tidak terlumasi secara optimal sehingga memberi kesan penetrasi sudah mentok.
"Jika merasa mentok, itu berarti perempuan belum mencapai tingkat rangsangan yang optimal, karena saat perempuan terangsang dengan baik, vagina akan menghasilkan pelumas dengan optimal," ungkap dr. Haekal di Jakarta Selatan.
Haekal menjelaskan ketika seorang perempuan benar-benar terangsang dan vagina terlumasi dengan sempurna, saluran vagina akan memanjang dan melebar sehingga tidak akan ada perasaan mentok.
Tidak mengherankan jika seks sampai mentok, perempuan juga akan merasakan nyeri saat penetrasi dilakukan.
"Jika perempuan merasakan mentok saat penetrasi karena belum mencapai tingkat rangsangan yang optimal, pasti dia akan merasakan sakit. Oleh karena itu, foreplay sangat penting," jelas Haekal.
Kedalaman vagina sendiri beragam, bahkan bisa mencapai 18 cm. Meski demikian rata-rata kedalaman vagina perempuan adalah sekitar 7 - 8 cm. Penting dicatat ini adalah kedalaman vagina rata-rata ketika perempuan belum terangsang.
Ketika sudah terangsang, kedalaman vagina akan bertambah - sama saja seperti penis yang ereksi saat lelaki terangsang.
Baca Juga: Onad Blak-blakan Lebih Sering Berhubungan Seks Waktu Pacaran Ketimbang saat Sudah Menikah
"Karena sifatnya yang elastis, vagina bisa mengembang dan bertambah kedalamannya sehingga bisa menerima penis dengan panjang beragam," terang Dr Shiring Lakhani, urolog dari klinik Elite Aesthetics, Inggris kepada Cosmopolitan.com.