Nikita Mirzani membuat pengakuan mencengangkan yakni dirinya yang rajin salat lima waktu.
Bagaimana tidak mencengangkan, jika dilihat dari penampilannya, Nikita Mirzani kerap berpenampilan seksi dan mengumbar aurat.
Lalu bagaimana pandangan dalam Islam?
Beberapa waktu sebelumnya salah satu ulama besar Indonesia, Buya Yahya menyampaikan padangannya seputar perempuan tidak berhijab atau menutup aurat.
Melalui video di kanal YouTube Al-Bahjah TV yang diunggah pada 26 Mei 2019, menjelaskan fenomena salat perempuan yang tidak menutup aurat merupakan sesuatu yang patut disyukuri.
Dilansir dari Suara.com, Buya mengingatkan untuk melihat orang lain secara positif thinking atau berpikiran baik.
![Buya Yahya [YouTube]](https://media.suara.com/suara-partners/metro/thumbs/1200x675/2023/03/30/1-buya-yahya.jpg)
Ia tidak setuju dengan ungkapan perbandingan, lebih baik mana antara perempuan berhijab tapi tidak salat atau yang tidak menutup aurat tapi rutin salat lima waktu.
"Itu bukan perbandingan, itu merendahkan namanya kalau (tidak salat) pakai kerudung kita harus akui itu bagus alhamdulillah, yang satu salat (tapi tidak tutup aurat) alhamdulillah," ungkap Buya Yahya.
Dia menambahkan, alih-alih fokus pada kekurangan orang lain, baiknya mendoakan kedua kategori perempuan ini bisa berubah lebih baik.
Baca Juga: Mario Teguh Jalani Pemeriksaan Kasus Penipuan Mantan Rekan Bisnis
Seperti berdoa perempuan berhijab jadi rutin salat lima waktu, dan perempuan rajin salat tidak berhijab jadi menutup aurat.
Pemimpin Pondok Pesantren Al-Bahjah Cirebon ini juga menjelaskan, salatnya perempuan tidak menutup aurat tidak akan lantas menghapus pahalanya, sehingga salatnya menjadi sia-sia dan begitupun sebaliknya.
"Belum pakai kerudung tapi salat yang benar, insyaallah akan diterima salatnya. Cuma bagaimana dia tidak pakai kerudung itu urusannya BAB dosa, dia punya kesalahan di hadapan Allah," jelasnya.
![Nikita Mirzani [Instagram/nikitamirzanimawardi_172]](https://media.suara.com/suara-partners/metro/thumbs/1200x675/2023/06/14/1-whatsapp-image-2023-06-14-at-23044-pm.jpeg)
Buya Yahya juga menegaskan perhitungan Allah SWT tidak berarti setiap kemaksiatan akan menghapuskan pahala.
Bahkan, tidak setiap dosa yang dilakukan akan menghapus perbuatan baik yang dikerjakan.
"Jadi salatnya tetap bisa diterima oleh Allah jika dia khusu dan benar. Adapun urusan dia tidak mengenakan kerudung, dia bersalah dan dia berdosa. Kalau dia diampuni oleh Allah, habis habis dosanya, kalau tidak (habis dosanya) dihukum nanti," pungkasnya.