Informasi tidak benar yang menyebutkan peran Anies Baswedan dalam pengadaan JIS yang akan digunakan Piala Dunia U-17 termasuk Timnas Indonesia, ditutup-tutupi.
Beredar disinformasi kabar bahwa peran Anies Baswedan dalam membangunan Jakarta International Stadium atau JIS ditutup-tutupi. Akan tetapi hal ini digagalkan FIFA atau Federasi Internasional Bola Dunia.
Kabar ini disebarkan lewat kanal YouTube atas nama akun Alfaro4News yang mengnggah video berjudul "Upaya Hilangkan Jejak Anies Melalui JIS Digagalkan FIFA".
Foto thumbnail adalah wajah Gianni Infantino, Presiden FIFA serta Ketua Umum PSSI Erick Thohir. Kalimat penyertanya sama dengan judul.
Apakah informasi yang dibagikan video ini adalah benar?
CEK FAKTA
Berita yang dikabarkan dalam bentuk video tentang FIFA menggagalkan upaya beberapa pihak menutup-nutupi peran Anies Baswedan dalam pembangunan Stadion JIS ini tidak mendasar atau sama sekali salah.
PENJELASAN
Metro Suara.com mengadakan penelusuran dan hasilnya:
Cek judul yang berbunyi "Upaya Hilangkan Jejak Anies Melalui JIS Digagalkan FIFA".
Fakta: FIFA tidak memiliki urusan sama sekali dengan Anies Baswedan ataupun nama-nama dalam dunia politik Tanah Air. Tidak ada hubungan olah raga dengan politik, termasuk saat ada upaya menggagalkan penyelenggaraan Piala Dunia U-20 2023 yang menggunakan kedok politik menolak Timnas Israel dan hasilnya Indonesia dicoret dari status tuan rumah.
Logika: kelayakan stadion JIS berdasarkan kondisi dan failitas lapangan, jadi tidak ada upaya FIFA untuk membantu Anies Baswedan atau menggagalkan suatu hal terkait langkah politik.
Narator hanya membacakan Twitter orang lain sehingga tidak memiliki pandangan pun tanggung jawab sendiri, cukup mencomot saja.
![Jakarta International Stadium (JIS). [(Instagram/@dkijakarta)]](https://media.suara.com/suara-partners/metro/thumbs/1200x675/2023/07/04/1-jakarta-international-stadium-jis-instagram-at-dkijakarta.jpg)
Dengan demikian, video berjudul "Upaya Hilangkan Jejak Anies Melalui JIS Digagalkan FIFA" memiliki konten yang menyesatkan atau misleading content.
Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi).
Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email [email protected].