Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka mengatakan pihaknya mulai melakukan persiapan menata Stadion Manahan, Solo yang akan jadi salah satu lokasi pertandingan Piala Dunia U-17, khususnya jelang peninjauan oleh FIFA pada akhir bulan ini.
Gibran mengatakan salah satu penataan adalah dengan memangkas rumput Stadion Manahan, Solo sehingga keinginan FIFA. Stadion Manahan akan menjadi lokasi semifinal dan final Piala Dunia U-17.
"FIFA akan kembali melakukan peninjauan di Kota Solo pada 26 Agustus berkaitan dengan kesiapan Stadion Manahan sebagai arena Piala Dunia U-17," kata Gibra Rakabuming Raka di Solo, Senin (21/8/2023).
Rumput Stadion Manahan telah dipotong sebelum pertandingan Liga 1 antara Persis Solo melawan Bali United.
Ia memastikan kondisi rumput stadion tidak rusak dan jika tidak dipotong maka rumputnya akan tumbuh semakin panjang saat FIFA datang ke Solo.
"Sehingga, harus dipotong agar saat pemeriksaan nanti pantulan bola bagus sesuai yang diharapkan," katanya yang menyebut pemeriksaan akan fokus pada kondisi rumput karena sangat krusial.
Dalam waktu dekat juga akan dilakukan sterilisasi pada lapangan pendukung yang nantinya digunakan sebagai tempat latihan bagi peserta Piala Dunia U-17.
Wali kota yang juga putra sulung Presiden Joko Widodo tersebut memastikan komitmen pemerintah daerah untuk menyiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk penyelenggaraan Piala Dunia U-17. Pemerintah Kota Surakarta menyiapkan anggaran untuk pelaksanaan kegiatan sesuai arahan PSSI.
"Kami juga akan segera menutup pedagang kaki lima Selter Manahan. Konsepnya penutupan sementara, sama seperti saat Piala Dunia U-20 kemarin," katanya.
Baca Juga: Jakpro Perbaiki Rumput Stadion JIS, Tidak Gunakan Dana APBD Jakarta
Penataan Stadion Manahan ini memang berbeda dari Stadion JIS di Jakarta, yang sampai harus mengganti rumput demi memenuhi standar FIFA.
Ini wajar saja, karena Stadion Manahan sudah lebih dulu direnovasi dan dipersiapkan oleh Pemerintah Pusat untuk Piala Dunia U-20 yang batal digelar di Indonesia.