Fakhri Husaini: Seleksi Timnas U-17 Bima Sakti Kelasnya Piala Kecamatan, Bukan untuk Piala Dunia

Metro Suara.Com
Rabu, 23 Agustus 2023 | 22:00 WIB
Fakhri Husaini: Seleksi Timnas U-17 Bima Sakti Kelasnya Piala Kecamatan, Bukan untuk Piala Dunia
Fakhri Husaini mengkritik seleksi Timnas U-17 Bima Sakti yang dinilainya lebih cocok untuk kompetisi tingkat kecamatan alih-alih untuk Piala Dunia U-17.

Mantan Pelatih Timnas U-16 Fakhri Husaini mengkritik proses seleksi Timnas U-17 untuk persiapan Piala Dunia yang akan digelar di Indonesia pada November mendatang.

Fakhri Husaini, yang sukses membawa Timnas U-16 menjuarai Piala AFF U-16 pada 2018 itu, mengatakan seleksi Timnas U-16 yang dilakukan PSSI dan pelatih Bima Sakti tidak cocok untuk turnamen sebesar Piala Dunia, tetapi mirip dengan seleksi piala tingkat kecamatan.

"Ini mau membentuk tim untuk ikut Piala Dunia. Jangan dipakai cara-cara seleksi untuk (kompetisi) tingkat kecamatan," kritik Fakhri Husaini saat jadi bintang tamu di kanal Youtube Omah Balbalan yang tayang perdana 11 Agustus lalu.

Ia mengatakan cara seleksi PSSI yang mengumpulkan ratusan hingga ribuan pemain muda dalam waktu singkat untuk dipilih masuk pelatnas tidak masuk akal.

"Saya melihatnya ini lucuan-lucuan saja untuk seleksi itu," lanjut Fakhri.

Ia juga menyoroti kriteria-kriteria yang digunakan PSSI untuk menyeleksi ratusan pemain calon skuat Timnas U-17.

Menurutnya 8 kriteria yang ditetapkan PSSI, seperti tinggi badan dan VO2 Max para pemain, tidak realistis dalam proses seleksi dalam waktu singkat yang hanya satu hari.

Lebih lanjut Fakhri Husaini juga mengkritik seleksi pemain yang tidak memanfaatkan pemain-pemain dari turnamen Elite Pro Academy atau EPA, turnamen kelas usia yang dihelat PSSI.

"Untuk apa seleksi lagi kalau kita sudah punya EPA kemarin," terang dia.

Baca Juga: Erick Thohir Ingatkan Bima Sakti Finalisasi Timnas U-17 di Akhir Agustus

Tetapi Fakhri juga langsung mengkritik EPA yang menurutnya tidak realistis untuk mencetak pemain muda.

Ia membeberkan turnamen EPA digelar hanya selama 45 hari dan setiap tim dipaksa bermain sebanyak 15 kali, plus 2 kali untuk yang lolos ke semifinal dan final. Dengan waktu sepadat itu dan pemain hanya punya waktu istirahat singkat, sukar mengembangkan pemain muda yang mumpuni.

"Ilmu sepak bola mana yang dipakai untuk bisa menjaga tingkat kebugaran pemain hingga bisa tampil konsisten terus," gas Fakhri Husaini.

Adapun seleksi Timnas U-17 yang dilakukan PSSI dan Bima Sakti menyaring pemain muda dari berbagai daerah di Indonesia. 

PSSI menargetkan skuat final sudah terbentuk pada akhir Agustus ini dan akan dikirim ke Jerman untuk menjalani pemusatan latihan sebelum berlaga di Piala Dunia U-17 pada November - Desember mendatang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Fiksi dan Eksposisi dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI