Dikabarkan bahwa gelar juara Vietnam resmi dibatalkan karena Timnas Indonesia menuntut keluar dari AFF adalah disinformasi.
Tim Metro melakukan cek fakta pada video yang diunggah di kanal Liganya Dagelan dengan judul "KEJAM DIBALAS KEJAM!! Pihak AFF Batalkan Gelar Juara Vietnam Demi Timnas Bertahan di Keanggotaan AFF" merupakan tidak benar alias hoaks.
Seperti diketahui, Vietnam berhasil menjuarai Piala AFF U-23 2023 yang berlangsung secara dramatis dengan adu penalti melawan Timnas Indonesia.
Skor 6-5 pun berhasil diraih Timnas Vietnam dan pemain Indonesia pun harus menerima dengan legowo.
Selain drama adu penalti, pertandingan itu pun sempat diwarnai dengan aksi protes pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-Yong kepada salah seorang wasit asal Jepang, karena dianggap berat sebelah.
Sementara itu, Presiden Madura United, Achsanul Qosasi menyoroti aksi pemain Vietnam Nguyen Hong Phuc yang menyikut bek Timnas Indonesia U-23, Haykal Alhafiz.
![Benarkah Gelar Juara Vietnam Resmi Dibatalkan karena Timnas Indonesia Menuntut Keluar dari AFF? [(YouTube/Liganya Dagelan)]](https://media.suara.com/suara-partners/metro/thumbs/1200x675/2023/08/28/1-benarkah-gelar-juara-vietnam-resmi-dibatalkan-karena-timnas-indonesia-menuntut-keluar-dari-aff.jpg)
Anehnya, wasit asal Jepang, Hiroki Kasahara tidak memberikan kartu sebagai saksi atas aksi kasarnya itu.
Melalui akun Instagram pribadinya, Achsanul Qosasi, menuliskan untuk mendesak Timnas Indonesia tidak lagi terlibat dalam turnamen AFF.
"Jika pemain ini tidak disanksi oleh AFF, Timnas Indonesia harus bersuara dan mempertimbangkan untuk tidak terlibat lagi dalam turnamen AFF. Setelah melanggar, mestinya dia mendatangi Haykal dan menunjukkan respeknya," tulisnya, dikutip Senin (28/8/2023).
Namun, itu baru sebuah pernyataan dan hingga kini pun Timnas Indonesia masih tercatat dalam keanggotaan AFF.
Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini.
Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email [email protected].