PSSI akan mempertimbangkan keikutsertaan Timnas Indonesia di ajang Piala AFF, setelah Tim Garuda dinilai diperlakukan curang dalam partai final kontra Vietnam pada akhir pekan kemarin.
Ketua Badan Tim Nasional (BTN) PSSI, Sumardji mengatakan salah satu yang disorot pihaknya akan kinerja wasit Hiroki Kasaharan dalam pertandingan final tersebut. Banyak pelanggaran yang dilakukan pemain Vietnam tidak diperhatikan oleh wasit asal Jepang itu.
“Ini kan, terutama ini case yang berkaitan dengan pelanggaran-pelanggaran. Pendek kata ada berat sebelah begitu ya di final kemarin,” kata Sumardji di Jakarta.
“Kami akan evaluasi seperti apa keikutsertaan kami di AFF ini,” lanjut dia.
Salah satu kesalahan wasit yang disorot dalam pertandingan tersebut adalah luputnya Nguyen Hong Phuc dari hukuman, padahal ia terlihat jelas menyikut kepala bagian belakang bek Timnas Indonesia, Haykal Alhafiz.
“Kalau wasit, kemarin ada beberapa hal yang menjadi catatan kita. Mungkin perlu kita evaluasi bagaimana keikutsertaan kita di AFF. Karena wasit seperti itu ya perlu dievaluasi ke depannya,” lanjut Sumardji.
Ia mengatakan PSSI sedang melihat kembali video pertandingan final Piala AFF U-23 yang digelar pada 26 Agustus kemarin. Jika ditemukan bukti, maka PSSI akan mengajukan protes resmi ke AFF.
Keputusan untuk meninggalkan AFF sendiri sudah digaungkan oleh warganet. Mereka menilai AFF yang selalu kontroversial lebih banyak mudaratnya bagi perkembangan sepak bola Indonesia. Apa lagi turnamen Asia Tenggara itu tak diakui oleh FIFA.