Saddil Ramdani dikabarkan nekat melakukan sesuatu yang memalukan demi berambisi menjadi pemain termahal.
Namun setelah menelusuri klaim tersebut dan dilakukan cek fakta, kabar itu merupakan informasi palsu atau disinformasi.
Kabar bohong tersebut dibagikan oleh kanal YouTube SPORT NEWS yang memposting video berdurasi 4 menit 36 detik dengan judul "FITNAH KEJI SADIL RAMDANI!!DEMI AMBISI JADI PEMAIN TERMAHAL SADIL NEKAD LAKUKAN HAL MEMALUKAN INI..."
Saat artikel ini ditulis, video tersebut telah ditonton sebanyak lebih dari 800 penayangan. Pada thumbnail pun terdapat keterangan yang menyebut bahwa Saddil minta dinaturalisasi negara tetangga.
Lantas, bagaimana penjelasan dari klaim di atas?
![Benarkah Saddil Ramdani berambisi jadi pemain termahal hingga nekat lakukan hal memalukan. [[YouTube/SPORT NEWS]]](https://media.suara.com/suara-partners/metro/thumbs/1200x675/2023/09/07/1-benarkah-saddil-berambisi-jadi-pemain-termahal-hingga-nekat-lakukan-hal-memalukan.jpg)
PENJELASAN:
Narator dalam video tersebut hanya membahas perihal kabar Saddil Ramdani yang dicoret Shin Tae Yong dari Timnas Indonesia.
Pada awal video terdapat komentar pengamat sepak bola Rony Pangemanan yang menduga alasan Shin Tae Yong mencoret Saddil Ramdani karena masalah kedisiplinan.
Namun hingga akhir video, tak ada bukti valid yang menguatkan klaim bahwa Saddil Ramdani nekat melakukan hal memalukan, sebagaimana yang tertera pada judul video.
Baca Juga: Arya Saloka Harus Menjalani Proses Persidangan Akibat Ulahnya Sendiri, Benarkah?
Di sisi lain, tidak ada pengumuan resmi terkait Saddil Ramdani dinaturalisasi Malaysia. Faktanya, Saddil Ramdani kini bermain di Sabah FC.
Oleh sebab itu, kabar yang menyebut bahwa Saddil Ramdani berambisi menjadi pemain termahal hingga melakukan sesuatu yang memalukan adalah tidak benar.
Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi).
Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email [email protected].