Eks Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menjadi salah satu kandidat nama bakal calon wakil presiden yang dijagokan bersama Ganjar Pranowo.
Bahkan namanya dan Ganjar tampak memuncaki hasil survei SMRC. Dikutip dari cuitan @saifulmujani, Ganjar dan Ridwan meraup suara sampai 35,4 persen.
"Dalam simulasi tiga pasangan: Anies-Muhaimin mendapatkan dukungan 16,5 persen; Prabowo-Erick 31,7 persen; dan Ganjar-Ridwan Kamil 35,4 persen," tulis SMRC, dikutip pada Jumat (15/9/2023).
Meski masih menjadi simpang-siur, hal ini seolah menguatkan anggapan bahwa Kang Emil mendapatkan banyak dukungan masyarakat untuk memperebutkan kursi RI 2.
Namun hal ini ditepis oleh Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto. Dikutip dari Suara.com, Menteri Koordinator bidang Perekonomian tersebut blak-blakan soal penugasan Kang Emil di partainya.
Bukan untuk mendampingi Ganjar sebagai bacawapres, Airlangga menyebut Kang Emil rupanya dipersiapkan untuk menjadi bakal Calon Gubernur Jawa Barat.
"Pak RK posisinya sebagai Gubernur di Jawa Barat," tutur Airlangga di Kantor DPP Golkar, Jakarta Barat, Kamis (14/9/2023).
Bahkan menurut Airlangga, mantan Wali Kota Bandung itulah yang berminat untuk kembali dicalonkan menjadi Gubernur Jabar.
"Pak RK sendiri yang pilih (jadi Gubernur Jabar)," ungkap Airlangga.
Baca Juga: Jabatan Gubernur Jabar Selesai, Ini Pekerjaan Baru Ridwan Kamil
Di sisi lain, hasil survei SMRC menunjukkan pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar yang sudah dideklarasikan malah mendapat hasil terendah dengan 16,5 persen.
"Sebelum berduet dengan Cak Imin, ketika Anies masih didukung oleh Nasdem, PKS, dan Demokrat suara Anies sekitar 20an persen, atau sama dengan perolehan suara tiga partai pendukungnya. Jika suara Anies-Muhaimin sekarang sekitar 16 persen, ini mencerminkan kekuatan dua partai," tulis akun Twitter SMRC.
"Prof Saiful Mujani menilai, data ini menunjukkan Anies tidak punya dukungan independen. Pendukungnya adalah pemilih partai pengusung. Anies tidak membawa efek ekor jas," sambungnya.