Kapten Timnas Indonesia, Asnawi Mangkualam belakangan ini menuai atensi publik setelah kabar kedekatannya dengan Fujianti Utami alias Fuji tersebar.
Sejumlah warganet kerap membandingkan popularitas dan kekayaaan Asnawi Mangkualam dengan Fuji. Beberapa menyebut jika gaji Asnawi Mangkualam sebagai atlet jauh di bawah penghasilan Fuji.
Meski begitu, latar belakang Asnawi Mangkualam sebagai pesepak bola tak bisa dipandang sebelah mata.
Ia berasal dari keluarga yang terpandang karena sang ayah, Bahar Muharram adalah sosok legendaris di PSM Makassar yang mendirikan Sekolah Sepak Bola (SBB) Hasanuddin yang kini melahirkan banyak atlet muda berbakat.
Asnawi Mangkualam sempat membagikan pengalamannya sebagai alumni SBB Hasanuddin di Makassar saat diundang ke podcast Sport77 Official. Ia mengaku bermain sepak bola sejak usianya 10 tahun dan serius mengasah kemampuannya di sekolah yang didirikan sang ayah.
Di SBB Hasanuddin pula Asnawi Mangkualam berlatih bersama pemain-pemain berbakat seperti Nur Hidayat, Muhammad Arfan, hingga Hilman Syah.
Pengalaman pribadinya itu rupanya membuat para host terkesima. Mereka mengakui bahwa pemain-pemain jebolan SBB Hasanuddin memiliki keterampilan yang apik.
Mendapat pujian seperti itu, Asnawi Mangkualam justru menyombongkan prestasi sekolah yang dibangun ayahnya.
![Kapten Timnas Asnawi Mangkualam [[Instagram]]](https://media.suara.com/suara-partners/metro/thumbs/1200x675/2023/09/14/1-asnawi-mangkualam.jpg)
"Oh, iya dong," ucap Asnawi Mangkualam dengan nada bangga.
Baca Juga: Biodata dan Profil Muzdalifah, Pengusaha yang Jual Bawang Goreng Kelewat Murah
Celetukkan yang dilontarkan Asnawi Mangkualam membuat salah satu host tertawa terbahak-bahak. Terlihat pemain yang merumput di Jeonnam Dragons itu tak ragu dalam mempromosikan sekolah sepak bola milik ayahnya.
Tak hanya itu, Asnawi Mangkualam juga membeberkan reputasi sang ayah sebagai pemilik sekolah sepak bola.
Walau mendidik anak kandungnya sendiri, rupanya ayah Asnawi Mangkualam tak ragu untuk memarahi anaknya jika Asnawi Mangkualam bermain jelek di lapangan. Hal itulah yang membuat Asnawi Mangkualam kini menjadi sosok yang tak gentar terhadap rintangan.