Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.655.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 6.177,139
LQ45 609,402
Srikehati 299,172
JII 368,427
USD/IDR 17.821

Membedah Ketimpangan Warga RI: Jurang Kaya-Miskin Diklaim Menyempit

Mohammad Fadil Djailani, Fakhri Fuadi Muflih

Jum'at, 06 Februari 2026 | 13:20 WIB
Membedah Ketimpangan Warga RI: Jurang Kaya-Miskin Diklaim Menyempit
Ilustrasi. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Indonesia atau Gini Ratio tercatat mengalami penurunan pada periode September 2025. (Unsplas/Chitto)
baca 10 detik
  • Gini Ratio tercatat mengalami penurunan pada periode September 2025.
  • Angka ketimpangan Indonesia kini bertengger di level 0,363.
  • Angka ini menunjukkan tren positif dibandingkan kondisi pada awal tahun.

Suara.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Indonesia atau Gini Ratio tercatat mengalami penurunan pada periode September 2025.

Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti mengungkapkan, angka Gini Ratio Indonesia kini bertengger di level 0,363. Angka ini menunjukkan tren positif dibandingkan kondisi pada awal tahun.

"Pada September 2025, ketimpangan sebesar 0,363 atau turun sebesar 0,012 basis poin dari Maret 2025," ujar Amalia dalam konferensi pers di Kantor BPS RI, Jakarta, Kamis (5/2/2026).

Sebagai informasi, Gini Ratio digunakan sebagai alat ukur ketimpangan dengan rentang nilai 0 hingga 1. Nilai 0 mewakili pemerataan sempurna, sementara nilai 1 mewakili ketimpangan sempurna (seluruh pengeluaran hanya dikuasai satu pihak). Semakin rendah angkanya, maka distribusi pengeluaran di masyarakat dianggap semakin merata.

Amalia menegaskan bahwa penurunan ini merupakan indikator adanya perbaikan distribusi pengeluaran di akar rumput. Namun, ia memberikan catatan bahwa rapor ini belum sepenuhnya seragam di seluruh wilayah.

BPS mencatat ketimpangan pengeluaran di wilayah perkotaan masih lebih tinggi dibandingkan pedesaan. Namun, baik di kota maupun desa, tren ketimpangan menunjukkan penurunan.

“Ketimpangan di perkotaan pada September 2025 adalah sebesar 0,383,” ujar Amalia.

Ia menambahkan, angka tersebut lebih rendah dibandingkan kondisi pada Maret 2025.

“Walaupun ini lebih rendah 0,012 basis poin dibandingkan dengan Maret 2025,” katanya.

baca juga

Sementara itu, ketimpangan pengeluaran di wilayah pedesaan juga tercatat menurun. Nilai Gini Ratio pedesaan berada jauh di bawah perkotaan.

“Ketimpangan di pedesaan pada September 2025 adalah sebesar 0,295,” ungkap Amalia.

Menurut BPS, penurunan ketimpangan di pedesaan relatif lebih terbatas dibandingkan di perkotaan. Namun, tren perbaikannya tetap terlihat.

“Lebih rendah 0,004 poin dibandingkan dengan bulan Maret 2025,” katanya.

Selain Gini Ratio, BPS juga mencatat perbaikan pada indikator kemiskinan lainnya. Indeks Kedalaman Kemiskinan dan Indeks Keparahan Kemiskinan sama-sama menunjukkan penurunan pada September 2025.

“Indeks Kedalaman Kemiskinan dan Indeks Keparahan Kemiskinan pada bulan September 2025 mengalami penurunan dibandingkan dengan Maret 2025,” ucap Amalia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ingatkan Seluruh Kader Gerindra, Sugiono: Pejuang Politik Harus Bela Kaum Lemah dan Miskin

Ingatkan Seluruh Kader Gerindra, Sugiono: Pejuang Politik Harus Bela Kaum Lemah dan Miskin

News | Jum'at, 06 Februari 2026 | 12:06 WIB

Dorong Wisatawan Lokal, Desa Wisata Tebara Raup Rp1,4 Miliar

Dorong Wisatawan Lokal, Desa Wisata Tebara Raup Rp1,4 Miliar

Bisnis | Jum'at, 06 Februari 2026 | 08:03 WIB

Moodys Pertahankan Rating Indonesia di Baa2, BI Tegaskan Fundamental Ekonomi Tetap Kuat

Moodys Pertahankan Rating Indonesia di Baa2, BI Tegaskan Fundamental Ekonomi Tetap Kuat

Bisnis | Jum'at, 06 Februari 2026 | 07:35 WIB

Terkini

Satgas PASTI Tutup 27 Gadai Ilegal dan 228 Pedagang Kripto Bodong, Masyarakat Diminta Waspada

Satgas PASTI Tutup 27 Gadai Ilegal dan 228 Pedagang Kripto Bodong, Masyarakat Diminta Waspada

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 18:35 WIB

Pemerintah Guyur Stimulus Pangan hingga Transportasi Semester II 2026

Pemerintah Guyur Stimulus Pangan hingga Transportasi Semester II 2026

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 18:18 WIB

Harga MinyaKita Tak Jadi Naik, Terus Apa Solusi Pemerintah?

Harga MinyaKita Tak Jadi Naik, Terus Apa Solusi Pemerintah?

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 18:10 WIB

Hilirisasi Nikel Butuh Talenta, IWIP dan WBN Fokus Kembangkan SDM

Hilirisasi Nikel Butuh Talenta, IWIP dan WBN Fokus Kembangkan SDM

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 18:06 WIB

Aset Negara Bernilai Tinggi di Senayan Diminta Kembali Dikelola Pemerintah

Aset Negara Bernilai Tinggi di Senayan Diminta Kembali Dikelola Pemerintah

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 18:03 WIB

Pedagang Online Wajib Punya NIB, Buat Ditarik Pajak?

Pedagang Online Wajib Punya NIB, Buat Ditarik Pajak?

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 17:31 WIB

Merana Ditinggal Investor Asing, IHSG Turun ke Level 6.116 Hari Ini

Merana Ditinggal Investor Asing, IHSG Turun ke Level 6.116 Hari Ini

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 17:18 WIB

Properti Kembali Bergairah, Akses Tol Jadi Magnet Baru Kenaikan Nilai Hunian

Properti Kembali Bergairah, Akses Tol Jadi Magnet Baru Kenaikan Nilai Hunian

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 16:53 WIB

BI Bidik 200 Pesantren Punya Bisnis Air Minum Kemasan, Jadi Sumber Cuan Baru

BI Bidik 200 Pesantren Punya Bisnis Air Minum Kemasan, Jadi Sumber Cuan Baru

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 16:48 WIB

Purbaya Tetap Ngotot Ekonomi RI Kuat Meski Banyak Protes, Ini Buktinya

Purbaya Tetap Ngotot Ekonomi RI Kuat Meski Banyak Protes, Ini Buktinya

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 16:41 WIB