Bakal calon presiden (bacapres) dari PDI Perjuangan, Ganjar Pranowo belakangan menjadi sorotan karena muncul di tayangan azan salah satu stasiun televisi milik Ketum Partai Perindo menjadi perbincangan publik hingga saat ini.
Terkait hal tersebut, banyak yang menilai bila Ganjar Pranowo melakukan politik identitas.
Ganjar akhirnya buka suara terkait kemunculannya di tayangan azan tersebut. Ia mengaku, tim kreatif dari stasiun televisi tersebut yang mengajaknya untuk membuat projek tersebut.
"MNC punya tim kreatif kemudian mengajak saya," ujar Ganjar Pranowo dikutip dari kanal YouTube Mata Najwa, Rabu (20/9/2023).
Meski begitu, Ganjar mengklaim bila stasiun tv memiliki kepentingan lain. Entah itu untuk kepentingan perusahaan atau kepentingan yang lain.
"Dan saya pastikan dia punya kepentingan yang lain, apakah untuk company-nya apakah untuk kepentingan yang lain," jelasnya.
Pada kesempatan itu, Ganjar pun mengakui bila terdapat beberapa program lagi yang dia buat bersama televisi milik Harry Tanoesodibjo itu.
"Saya sebenarnya banyak diajak pada program berikutnya. Sudah kita siapkan program berikutnya yang lain," pungkasnya.
Dia mengatakan, program tersebut pasti akan tayang. Namun dia berpesan kepada pihak televisi untuk sekiranya mempertimbangkan apakah tayangan tersebut masuk ranah kampanye atau bukan.
Baca Juga: Hubungan Fuji dan Asnawi Diramal Bertahan Lama Jika Lanjut Tunangan Tahun Ini
"Sekali lagi saya tidak ada dalam sejarah politik mengunakan politik identitas boleh dicek," tandasnya.
Selain Ganjar Pranowo, bakal calon presiden Prabowo Subianto dan Anies Baswedan juga turut hadir dalam acara yang dipandu Najwa Shihab tersebut.