Perwakilan keluarga korban tragedi Kanjuruhan mendesak agar PSSI menghentikan seluruh pertandingan Liga 1 pada 1 Oktober 2023 menjelang derby Jawa Timur Persebaya vs Arema FC.
Hal ini dilakukan, sebagai bentuk duka dari pemerintah atas tragedi Kanjuruhan yang akhirnya menimbulkan ratusan orang kehilangan nyawa.
Menyikapi hal tersebut, dikutip dari unggahan di akun Instagram @gozipbola, perwakilan keluarga korban memang berharap agar PSSI bisa menerima permintaan mereka.
Tak hanya itu, pihak perwakilan keluarga korban Kanjuruhan juga menerangkan bahwa, mereka berharap agar setiap 1 Oktober bisa diperingati sebagai hari duka nasional.
Kronologi Tragedi Kanjuruhan
Seperti diketahui, tragedi kanjuruhan terjadi pasca-pertandingan Arema FC vs Persebaya pada Sabtu (1/10/2022). Insiden tersebut menyebabkan seratusan korban meninggal dunia.
![Peristiwa tragedi Kanjuruhan. [ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto]](https://media.suara.com/suara-partners/metro/thumbs/1200x675/2023/09/20/1-peristiwa-tragedi-kanjuruhan.jpg)
Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang meletus usai pertandingan antara Arema FC kalah 2-3 melawan Persebaya. Total korban jiwa tragedi kanjuruhan mencapai 135 orang jiwa.
Mulanya, dalam peristiwa terseb suporter Arema tampak turun ke area lapangan untuk mencari pemain dan ofisial. Hal itu direspons polisi dengan menembakkan gas air mata ke lapangan dan tribun stadion. Akibatnya, penonton berlarian karena panik.
Mereka berlarian ke pintu keluar dalam kondisi sesak napas dan terinjak-injak hingga ada yang meninggal dunia. Dari total korban jiwa yang tercatat, dua di antaranya merupakan polisi yang wafat karena kekurangan oksigen saat berdesak-desakan.
Kali ini kedua tim akan kembali dipertemukan, Persebaya vs Arema FC dalam lanjutan Liga 1 akan digelar di Stadion Gelora Bung Tomo, pada 23 September 2023.