Di ibu kota baru Indonesia nanti akan ada training centre untuk memajukan persepakbolaan kita.
Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Erick Thohir menerima FIFA Regional Director Asia Oceania Sanjeevan C Balasingam dan FIFA Lead Regional Office Lavin Vignesh di Jakarta pada Kamis (21/9/2023).
Dikutip dari kantor berita Antara, Federasi Sepak Bola Internasional atau FIFA dalam pertemuan itu bersama PSSI membahas rencana Pembangunan National Training Centre untuk Timnas Indonesia di Ibu Kota IKN Nusantara. Pembangunan ini mendapat bantuan dana Rp 100 miliar dari program FIFA Forward.
Selain itu, pertemuan juga membahas pembukaan FIFA Office di Jakarta yang secara operasional berfungsi untuk pendampingan penyelenggaraan FIFA World Cup U-17 2023 Indonesia atau Piala Dunia U-17 2023 pada 10 November - 2 Desember.
"Apresiasi kepada FIFA yang dalam mengawal dan menjadi bagian dari transformasi sepak bola Indonesia juga memberi pendanaan untuk ikut membangun training centre di IKN. Ground breaking akan dilakukan Bapak Presiden, Jumat," demikian dijelaskan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir.
![Kantor Perwakilan FIFA di Indonesia [[Suara.com / Rully Fauzi]]](https://media.suara.com/suara-partners/metro/thumbs/1200x675/2023/09/01/1-kantor-perwakilan-fifa-di-indonesia.jpg)
"Ini training centre pertama yang kita miliki, sekaligus momen sejarah sebab investasi luar negeri perdana di IKN sebagai bukti kepercayaan internasional kepada IKN," lanjut Erick Thohir.
Training center timnas ini berdiri di tengah kota IKN di atas lahan seluas 30 hektare, lahan yang ditentukan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo saat berkunjung 24 Februari 2023. Nantinya, akan dibangun delapan lapangan dengan dukungan asrama dan gedung fasilitas latihan dalam ruang seperti sudah direncanakan.
Pembangunan lapangan dalam kompleks Training Centre atau TC akan dilakukan PSSI dan infrastruktur serta fasilitas pendukung akan dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
"Dana bantuan yang diberikan ke Indonesia merupakan pendanaan FIFA Forward terbesar di Asia Tenggara. Jadi ini harus diapresiasi dengan komitmen kita semua, mulai dari pengurus PSSI, pemain, pelatih, official, serta seluruh masyarakat untuk bekerja keras dan bersama-sama memajukan sepakbola kita," lanjut Erick Thohir.
Ia menyatakan bahwa kepercayaan FIFA akan transformasi sepakbola menuju prestasi ini harus dijawab dengan komitmen lebih tinggi dari insan sepak bola Tanah Air untuk menjalankan program yang telah dicanangkan dalam cetak biru persepakbolaan Indonesia "Garuda Mendunia 2045".
"Jika FIFA saja percaya sepak bola kita bisa maju, maka kita harus lebih yakin lagi," pungkas Erick Thohir.