Media sosial sempat diramaikan dengan video seorang yang diklaim sebagai artis yang ditegur oleh Paspampres karena hendak mengajak Presiden Joko Widodo menari bersama.
Hal ini terjadi ketika Jokowi menghadiri sebuah konser masuk di IKN, Kalimantan Timur. Tampak Jokowi duduk sebaris dengan sejumlah pejabat seperti Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri BUMN Erick Thohir, dan Ketua Kadin Arsjad Rasjid.
"Momen Artis kena marah Paspampres," begitulah keterangan yang tertera di videonya, dikutip pada Sabtu (23/9/2023).
Awalnya wanita yang diklaim sebagai artis itu sedang asyik menikmati suasana bersama Menteri Basuki sembari penyanyi melantunkan lagu "Seperti Mati Lampu".
Hingga tiba-tiba dia menghampiri Jokowi yang masih duduk untuk diajak menari bersama. Saat itulah Paspampres langsung bergerak menegur wanita itu hingga membuatnya mundur dan kembali ke tempatnya semula.
Momen ini sontak menjadi pembicaraan publik hingga membuat publik bertanya-tanya siapa sebenarnya sosok wanita yang sampai ditegur oleh Paspampres tersebut.
Belakangan warganet sudah menguliti sosok yang diduga wanita di video viral tersebut. Seperti dikutip dari Suara.com, warganet yang berkomentar di akun TikTok @jevriantositangga menyebut bahwa wanita itu adalah seorang penyiar berita.
"Penyiar berita bukan artis," komentar @sheilaovi yang kemudian tampak ditimpali oleh warganet lain.
"Itu pembawa berita nggak sih," tulis @user***.
Baca Juga: Kaesang Pangarep Resmi Masuk PSI, Ungkit Soal Restu Jokowi dan Gibran: WA Saja Gak Dibalas
Lalu akun @sheilaovi mengungkap sosok wanita yang diduga dimarahi Paspampres di video viral tersebut adalah Fauziah Noor Imaniar dengan akun Instagram @fnimaniar. Menurutnya akun Instagram sang news anchor telah ramai diserang warganet.
Namun setelah dicek, akun Instagram tersebut sudah dikunci. Meski begitu belum ada kepastian apakah penyiar berita tersebut yang sudah ditegur oleh Paspampres di video viral tersebut.
Hanya saja tindakannya membuat warganet beramai-ramai memberi kritikan karena dianggap tidak sopan, baik kepada Jokowi maupun para pejabat yang lain.