Presiden Joko Widodo disebut-sebut menjadi mastermind di balik masuknya Kaesang Pangarep di Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan bahkan kini menjadi ketua umumnya.
Hal ini turut disoroti oleh analis politik Ujang Komarudin yang bahkan meyakini Jokowi akan mencari partai-partai politik lain menjelang berakhirnya masa jabatannya sebagai RI 1.
"Dalam konteks ini saya melihat kalau Kaesang disimpan di PSI, maka Pak Jokowi akan mencari pelabuhan lain partai yang lebih besar," terang Ujang, dikutip dari kanal YouTube tvOneNews, Selasa (26/9/2023).
Disampaikan Ujang, Jokowi jelas tidak menjadikan PDI Perjuangan sebagai pelabuhan sebab partai tersebut sangat mempertahankan trah Soekarno sehingga tak bisa diambil alih.
"Saya memiliki cerita, punya pengalaman dan dapat informasi, Pak Jokowi ini kan dulu ingin ambil PDIP tapi nggak bisa. Dalam struktur AD/ART nggak bisa (karena) bukan pemilihan di PDIP itu tapi pengusulan nama dari bawah, pasti namanya akan Ibu Mega terus," tuturnya.
Bahkan bukan hanya memanfaatkan Kaesang yang kini ditempatkan di PSI, Ujang meyakini Jokowi juga akan menggunakan "pion" lain seperti Gibran Rakabuming Raka sampai Bobby Nasution.
Menurut Ujang, hal ini tidak lepas dari kinerja pemerintahan Jokowi selama setidaknya 10 tahun ke belakang. Sebab sekalipun sudah membawa banyak hal positif, Ujang juga mengingatkan ada beberapa nilai merah dari pemerintahan Jokowi sehingga berusaha mencari perlindungan dari segi politik.
"Boleh juga sangat percaya diri bahwa sukses di tingkat nasional maupun dunia internasional, tapi catatan publik juga banyak terkait persoalan Pak Jokowi. Jadi banyak persoalan kenegaraan yang belum tuntas," jelas Ujang.
"Kalau saya melihat begini ya, tentu punya skema, bagaimanapun ketika landing itu sesuatunya harus berjalan dengan baik lah, smooth. Makanya ditempatkanlah nanti Bobby di mana, Kaesang di mana, Gibran di mana, Pak Jokowi di mana, pasti begitu," tandas Ujang.
Baca Juga: Kaesang Baru Dua Hari Masuk Auto Jadi Ketum, PSI Bawa-bawa Gibran: Dulu Juga Gitu..