Khofifah Indar Parawansa sedang menjadi sorotan publik karena diperebutkan oleh ketiga kubu Bacapres 2024. Bahkan kubu Prabowo Subianto sampai mengutus Gus Miftah untuk mencoba merayu Khofifah agar bergabung tahun 2024 mendatang.
Menariknya, Gus Miftah bahkan sempat menyiratkan bahwa Khofifah masuk dalam radar bacawapres Prabowo, “Kalau soal kapasitas ya RI 2 ya pantas. Kalau kapasitas pasti ada. Makanya kita doain yang terbaik aja deh,” kata Gus Miftah yang menemui Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, pada Selasa (26/9/2023).
Namun ternyata bukan hanya Prabowo yang menilai Khofifah layak menjadi bacawapres, pengamat politik Adi Prayitno juga meyakini kubu Ganjar Pranowo memiliki penilaian serupa. Menurutnya Khofifah merupakan opsi bacawapres Ganjar selain Menko Polhukam Mahfud MD.
“Bicara tentang siapa kira-kira yang dianggap layak untuk bisa mendampingi Ganjar, Khofifah atau Mahfud ini kan dua sosok yang bukan hanya disukai sebenarnya oleh Pak Jokowi dan Bu Mega,” ungkap Adi, dikutip dari kanal YouTube METROTV, Rabu (27/9/2023).
Sedangkan Koalisi Perubahan yang mengusung Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar malah diduga sudah bergerak duluan, yakni mengincar Khofifah menjadi kapten Tim Sukses Pemenangan AMIN. Jabatan ini juga belakangan coba ditawarkan kubu Prabowo kepada Khofifah.
Namun ketika coba dikonfirmasi, Khofifah memilih untuk berkelit. “Sampun, sampun, sampun, matur nuwun (sudah, sudah, sudah, terima kasih),” kata Khofifah yang ditemui awak media pada Rabu (20/9/2023) malam.
Tentu saja sosoknya langsung menjadi sorotan sebab sampai diperebutkan oleh ketiga poros yang siap bersaing menjadi RI 1 tersebut. Meski tampaknya ini adalah hal yang wajar bila melihat seberapa menterengnya profil seorang Khofifah. Seperti apa?
Profil Lengkap Khofifah Indar Parawansa
Mengutip Suara.com, Khofifah Indar Parawansa adalah salah seorang politikus senior yang lahir dan besar di Surabaya pada 19 Mei 1965. Istri Indar Parawansa itu lahir dan menyelesaikan pendidikannya di Surabaya.
Khofifah menempuh jenjang pendidikan tinggi dengan mengambil dua gelar sarjana sekaligus pada tahun 1984. Keduanya adalah FISIP Universitas Airlangga dan Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah, Surabaya.
Namun dua gelar itu tak menyurutkan semangatnya untuk terus belajar, sebab Khofifah kembali berkuliah untuk gelar magister di FISIP Universitas Indonesia dan berhasil lulus pada tahun 1997.
Selama berkuliah itu pun Khofifah sudah mulai meniti karier politiknya. Bahkan Khofifah sempat mendapat kepercayaan untuk menjadi pimpinan Fraksi PPP di DPR RI periode 1992 sampai 1997. Selama menjadi wakil rakyat juga Khofifah sempat menjadi anggota Komisi II dan Wakil Ketua Komisi VIII.
Kariernya semakin menanjak sampai Khofifah ditunjuk menjadi Wakil Ketua DPR RI pada tahun 1999.
Di era pemerintahan Gus Dur, Khofifah mulai “menyeberang” ke ranah eksekutif dengan menjadi Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan sekaligus Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional periode 1999-2001.
Setelahnya Khofifah kembali berkarier sebagai wakil rakyat tahun 2004-2006. Lalu pada tahun 2014, Khofifah mendapat kepercayaan menjadi Menteri Sosial di era pemerintahan Presiden Joko Widodo.
Namun jabatan ini tak diembannya sampai selesai sebab Khofifah memenangkan Pemilihan Gubernur Jawa Timur periode 2019-2024 bersama Emil Elistyanto Dardak. Khofifah sendiri sebenarnya sudah pernah mencoba merebut kursi Jatim 1 pada tahun 2013 tetapi gagal.