Dikenal sebagai bapak pendiri bangsa, Presien RI pertama Ir Soekarno harus merasakan gelapnya menjadi tahanan Orde Baru di akhir hidupnya. Pada tahun 1967, atas perintah Soeharto, Soekarno dan keluarganya diultimatum untuk angkat kaki dari Istana Merdeka dan Istana Bogor.
Statusnya kala itu menjadi tahanan Orde Baru. Soekarno mulanya ditahan di Batu Tulis, Bogor dan kemudian dipindahkan ke Wisma Yasoo, Jakarta pada 1969.
Penahanan Seokarno tentu berefek buruk pada kesehatanya. Pasalnya dia mengalami sakit ginjal parah.
Soekarno diklaim mendapat perawatan mumpuni dari pemerintah penguasa. Namun menurut penuturan mantan ajudan Soekarno, ayah Megawati tak pernah dirawat dengan baik.
"Bagiamana saya mendampingi Bung Karno dalam tahanan itu, saya menyaksikan bagaiman seorang Bapak Bangsa ditahan Orde Baru keadaan betul-betul," ujar mantan ajudan Soekarno, Sidarto Danusubroto di kanal YouTube Mind TV Indonesia.
"Dia tahun 1968 sudah disebut kelainan ginjal di Wina, jadi butuh peratwan. Tapi saya jadi saksi hidup bahwa selama ditahan itu tidak ada perawatan memadai. Kondisi saya waktu itu seolah membiarkan Soekarno dying," imbuhnnya.
Soekarno sendiri meninggal pada 21 Juni 1970. Sebelum meninggal, Soekarno sempat merayakan ulang tahunnya yang ke-69 pada 6 Juni bersama putrinya, Fatmawati.
Ulang tahunnya kala itu tentu tak meriah seperti tahun-tahun sebelumnya.
Kemudian pada 11 Juni 1970, kondisi Soekarno memburuk dan dilarikan ke RSPAD Gatot Subroto. Sang Proklamator akhirnya meninggal pada tanggal 21 Juni 1970.
Baca Juga: Profil Pelaku Bullying Cilacap: Jawara Silat dan Tilawah, Siapa Namanya?