Jangan salah, bisnis musik dan olah raga juga bisa saling berbagi inspirasi. Ini contohnya.
Kontrak dua pemain Timnas Indonesia yang menjadi pemain pro abroad, yaitu Asnawi Mangkualam dan Pratama Arhan segera habis. Jaraknya berdekatan, Asnawi di Jeonnam Dragons pada 31 Desember 2023, dan Arhan di Tokyo Verdy pada 31 Januari 2024.
Lantas ke manakah keduanya bakal merapat?
Pratama Arhan disebutkan akan bertanding membawa bendera Suwon FC untuk tahun mendatang. Sedangkan Asnawi Mangkualam Bahar akan merumput di Liga 1 Korea atau K1 League. Jadi rebutan klub Suwon FC, Seoul, serta Suwon Bluewings.
Dikutip dari kanal Bola Suara.com, ada indikasi bikin sedih bahwa keduanya mungkin saja menjadi "umpan" bagi kebutuhan pariwara atau iklan klub sepak bola mereka bernaung. Artinya dipasang sebagai pemain klub agar pertandingan mereka (meskipun pemain kita tidak main) ramai ditonton penggemar terutama lewat platform media sosial.
Sehingga beberapa keuntungan bisa diraup sekaligus.
![Asnawi Mangkualam [(instagram/@asnawi_bhr)]](https://media.suara.com/suara-partners/metro/thumbs/1200x675/2023/09/24/1-asnawi-mangkualam-instagram-at-asnawi-bhr.jpg)
Yang perdana tentu saja klub bola semakin tenar di kalangan penggemar Tanah Air. Juga semakin dikenali, dan menciptakan kelompok penyuka atau penggemar militan, seperti halnyna terbentuk di kalangan mereka yang suka musik pop Korea, K-Pop. Dan karena Indonesia adalah negara kelima terpadat sedunia, otomatis dalam sekali klik suka atau open, hitung saja sudah berapa banyak penonton memenuhi link agar bisa menyaksikan idolanya se-Tanah Air.
Kedua, sebagai bagian dari efek domino, juga bisa menimbulkan "gelombang" perjalanan, travelling, atau jalan-jalan ke negara di mana pemain asal Indonesia bermain. Bisa foto bareng atau sekadar ketemu pemain kita di manca negara secara langsung pasti semakin seru.
Konsekuensinya, bila pelatih tim tidak memainkan atau menurunkan pemain kita karena tujuan perusahaannya hanya ingin menarik jumlah followers atau pengikut dari Indonesia, ya pemain kita mesti bersiap-siap. Antara lain angkat koper setelah kontrak tidak diperpanjang.
Akan tetapi perlu digarisbawahi pula bahwa seorang pemain diturunkan atau tidak, dipandang dari kebutuhan tim, perkembangan, kesiapan, atau urgensi diturunkan, ditambah persaingan ketat antarpemain bola.
Ketiga, apalagi kalau bukan menggarap pasar Indonesia yang sangat potensial. Utamanya para penyuka K-Pop, bukan berarti mereka tidak berperhatian terhadap K-Football. Bisa saja malah memperluas pasar yang sudah ada sekarang.