Bakal calon presiden dari PDI Perjuangan Ganjar Pranowo menempati posisi puncak dalam survei elektabilitas yang dilakukan lembaga survei Indikator Poltik Indonesia.
Ganjar mengungguli bakal calon presiden lainnya, yakni Prabowo Subianto dan Anies Baswedan yang menempati posisi kedua dan ketiga.
"Pak Ganjar 43,9 persen, Pak Prabowo 33,8 persen, dan Mas Anies 14,4 persen," kata Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi, dikutip dari Suara.com, Senin (2/10/2023).
Hal ini lantas disorot oleh pegiat media sosial Jhon Sitorus. Melalui unggahan di akun X miliknya, Jhon Sitorus membeberkan penyebab mengapa elektabilitas Ganjar semakin moncer, beda dengan Prabowo yang malah merosot.
Ia menyebut elektabilitas Ganjar terus naik lantaran mantan gubernur Jawa Tengah itu berdiri di kakinya sendiri dan kerap menunjukkan hasil kerjanya.
"Tahu kenapa Ganjar makin naik dan Prabowo makin turun? Ganjar berdiri di atas kakinya sendiri tanpa menggunakan topeng wajah orang lain," tulis Jhon Sitorus.
"Ganjar kerap memamerkan karya sebagai tanda bukti soal visi dan misi, bukan sekadar akan, akan, dan akan," imbuhnya.
Jhon Sitorus lantas menyentil Prabowo yang menurutnya memakai topeng Presiden Joko Widodo alias Jokowi. Ia juga menyinggung soal Menteri Pertahanan tersebut yang terlalu bercuap-cuap soal gagasan.
"Prabowo? Wibawanya makin jatuh karena miskin originalitas gagasan. Dia membunuh karakternya sendiri dengan memakai wajah Jokowi tetapi dalam beberapa momen dia lupa dengan karakter Jokowi sendiri," terang Jhon Sitorus.
Baca Juga: Sinopsis Series Rencana Besar, Angkat Cerita Penggelapan Dana Bank
"Setiap pidato isinya hampir sama, ingin menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang besar dan bermartabat, tapi gagal menerjemahkannya dalam bentuk karya dan konsep," lanjutnya.
Unggahan pegiat media sosial ini sontak saja menuai sorotan dari publik. Banyak warganet yang melontarkan komentar kontra atas unggahan Jhon Sitorus.
"Survei bikin terlena. Awas," komentar warganet.
"Dua-duanya nggak punya prestasi," timpal warganet lain.
"T**** b** banget jadi orang. Survei dipercaya," imbuh yang lain.
"Survei bisa dibikin-bikin. Apa lagi hampir semua lembaga survei sudah di-booking," ujar warganet lain.