Warga Jakarta diminta untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan untuk mencegah risiko heatstroke akibat cuaca panas terik belakangan ini, demikian disampaikan oleh Dinas Kesehatan Jakarta, Selasa (3/10/2023).
Lalu apa itu heatstroke yang kini jadi ancaman terbaru warga Jakarta?
Menurut Kementrian Kesehatan, heatstroke adalah kondisi paling berat pada tubuh akibat cuaca panas karena tubuh tidak dapat mengontrol suhu badan.
Jika mengalami heatstroke, suhu badan meningkat dengan cepat hingga 41 derajat Celcius dalam 10 sampai 15 menit dan tubuh sudah tidak dapat mengeluarkan keringat. Heatstroke dapat memperberat kondisi orang yang sedang sakit dan bahkan bisa menyebabkan kematian.
Gejala heatstroke
Ada berapa gejala heatstroke yang mudah diamati. Berikut di antaranya:
- Suhu tubuh melonjak hingga di atas 40 derajat Celcius
- Tubuh tidak berkeringat
- Pusing
- Sakit kepala, terasa ringan dan berkunang-kunang
- Kulit memerah dan bibir mengering
- Respons melambat
- Lonjakan denyut jantung secara mendadak
- Mual dan muntah
- Lemah otot dan kram
- Perubahan perilaku seperti bingung, linglung, gelisah dan cepat marah
- Kejang
- Pingsan
Penanganan pertama heatstroke
Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk menangani orang yang mengalami heatstroke:
- Pertama, pindahkan penderita ke tempat lebih teduh yang minim paparan sinar matahari langsung
- Kompres dengan air dingin di sekujur tubuh, terutama leher, ketiak dan selangkangan
- Kipas seluruh tubuh
- Basahi selimut atau alas tidur penderita dengan air dingin
- Meminta penderita minum air putih untuk menghindari dehidrasi
Waspada heastroke di Jakarta
![Warga Jakarta diminta kurangi aktivitas di luar ruangan. Heatstroke mengancam. [(Pixabay)]](https://media.suara.com/suara-partners/metro/thumbs/1200x675/2023/04/25/1-ilustrasi-matahari-penyebab-suhu-panas-di-indonesia-pixabay.jpg)
Sebelumnya diwartakan, Dinas Kesehatan Jakarta mengimbau warga Ibu Kota untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan untuk mencegah risiko heatstroke akibat cuaca panas terik belakangan ini.
Baca Juga: Awas Heatstroke! Warga Jakarta Diminta Kurangi Main di Luar Ruangan
Plt Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati juga menganjurkan agar warga Ibu Kota mengenakan topi atau menggunakan payung jika terpaksa bermain di luar ruangan.
"Kurangi aktivitas di panas terik luar ruangan. Jika melakukan aktivitas, sebaiknya menggunakan tabir surya," kata Plt Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati di Jakarta, Selasa (3/10/2023).
Untuk mencegah dehidrasi akibat cuaca panas, Ani menyarankan untuk menjaga jumlah asupan cairan yang masuk ke dalam tubuh.
"Minum air yang cukup, dua sampai tiga liter per hari. Jangan menunggu haus baru minum, terutama jika beraktivitas di luar ruangan," katanya.
Ani juga menekankan pentingnya jenis cairan yang masuk ke dalam tubuh.
"Air putih adalah yang terbaik. Minuman manis dan teh atau kopi dapat memicu buang air kecil (BAK) lebih banyak," ujar dia.