Indonesia bisa bergabung dengan negara-negara tetangga untuk bidding jadi penyelenggara kejuaraan bergengsi kelas dunia.
Saat ini, Federasi Sepak Bola Internasional atau FIFA resmi membuka proses bidding tuan rumah Piala Dunia 2034. Kesempatan menjadi tuan rumah diberikan kepada negara-negara di kawasan Asia dan Oseania.
Dikutip dari kantor berita Antara, kesempatan bidding sudah dimulai 4 Oktober dan akan berakhir pada 31 Oktober tahun ini.
Keinginan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, Indonesia diharapkan paling tidak bisa menjadi co-host. Demikian disebutkan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Dito Ariotedjo tentang posisi Indonesia dalam bidding Piala Dunia 2034.
![Selebrasi pemain Timnas Indonesia bersama suporter usai lolos ke putaran kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026 [(Dok. PSSI)]](https://media.suara.com/suara-partners/metro/thumbs/1200x675/2023/10/18/1-selebrasi-pemain-timnas-indonesia-bersama-suporter-usai-lolos-ke-putaran-kedua-kualifikasi-piala-dunia-2026-dok-pssi.jpg)
"Kami sedang mengikuti perkembangannya. Memang posisi Indonesia itu yang Bapak Presiden inginkan. Kita minimal bisa menjadi co-host," jelasnya dalam keterangan resmi Kemenpora RI di Jakarta, Selasa (17/10/2023).
Hingga kini, Arab Saudi menjadi satu-satunya negara yang telah resmi mengajukan diri mengikuti bidding Piala Dunia 2034.
Sehingga, Menpora akan terbang ke Arab Saudi untuk mendampingi Presiden Joko Widodo membicarakan potensi Indonesia menjadi co-host kejuaraan dunia empat tahunan itu untuk edisi 2034.
"Kami sudah sampaikan ingin menjadi co-host. Dan ini saya akan terbang ke Arab Saudi mendampingi Pak Presiden. Ini salah satu topik yang akan dibicarakan putra mahkota Arab Saudi kepada Pak Presiden," demikian lanjut Menpora.
Selain menjajaki kemungkinan menjadi co-host bersama Arab Saudi, perkembangan terbaru adalah Indonesia akan mengupayakan posisi co-host bersama Australia dan Selandia Baru atau dengan Australia. Bisa pula beberapa negara di Asia Tenggara untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2034.
"Nanti akan kami update. Untuk komunikasi dengan Australia juga sudah berjalan. Komunikasi bersama negara-negara ASEAN pun berjalan. Intinya posisi Indonesia ingin sebagai co-host," pungkas Menpora.