Asnawi Mangkualam menyatakan sebuah kekhasan milik rekannya di Timnas Indonesia yang tak bisa disaingi karena bakat.
Dalam laga leg kedua preliminary Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia lawan Brunei Darussalam pada Selasa (17/10/2023), mungkin ada satu hal terlewat yang tidak terjadi dalam Timnas Indonesia. Yaitu lemparan khas milik Pratama Arhan.
Sebelumnya, di leg pertama yang berlangsung di Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, di babak pertama Pratama Arhan banyak melakukan lemparan maut ke dalam. Sayangnya, lemparan yang biasanya menjadi awal tercetaknya gol itu bisa selalu dihalau Timnas Brunei Darussalam.
Pemain posisi bek atau bek kiri yang memiliki banderol Rp 4,78 miliar dengan puncak Rp 5,65 miliar (pada 14 Desember 2021) tadi terkenal punya lemparan ke dalam yang dahsyat. Digarap paripurna, sehingga bisa dijadikan modal rekan-rekannya untuk diteruskan ke mistar gawang lawan.
![Asnawi Mangkualam [(instagram/@asnawi_bhr)]](https://media.suara.com/suara-partners/metro/thumbs/1200x675/2023/09/26/1-asnawi-mangkualam-instagram-at-asnawi-bhr.jpg)
Disebutkan bahwa lemparan pemain yang merumput secara pro di Tokyo Verdy ini hampir tembus 15 m. Ritualnya khas, yaitu dilap pakai handuk terlebih dulu, sehingga kering dan bisa lengket saat berada di tangan.
Akan tetapi, "tata cara" mengeringkan bola terlebih dulu itu ditiadakan. Atau mesti langsung dilakukan.
Kapten Timnas Indonesia, Asnawi Mangkualam Bahar atau Asnawi Mangkualam punya pengalaman lucu soal lemparan rekannya yang punya nama lengkap Pratama Arhan Alif Rifai ini.
"Saya belajar sama Arhan, hasilnya satu minggu keseleo. Satu minggu massage terus gara-gara belajar," demikian ungkapnya dalam podcast Sport77Official yang langsung disambut tawa.
"Sering nanya juga gimana tekniknya, tapi susah karena dia sudah bakat alam," lanjutnya.
Menurut putra pelatih sepak bola bernama Haji Bahar Muharram yang menjadi asisten pelatih hingga pelatih fisik di PSM Makassar itu, kebisaan Pratama Arhan adalah alami, serta susah ditiru.