"Nah habis itu kita pengen ke bis kan, nah di situ baru ngeh kalau tasnya hilang," ungkap Fuji.
3. Dibantu polisi
Fuji yang menyadari tasnya hilang langsung panik. Pasalnya, di dalam tas tersebut berisi barang-barang berharga.
"Panik lah di situ, super duper panik. Muka aku langsung berubah, kayak yang hah? Terus langsung kayak yang, Luci paspor gue di mana? Paspornya di tas ini. Paniklah kayak degdegan banget," kenang Fuji.
Namun rupanya, pria asing yang sebelumnya menghampiri mereka itu adalah anggota kepolisian. Tak butuh waktu lama, Fuji pun langsung dibantu oleh polisi tersebut.
"Ternyata bule yang nyamperin kita itu nyamperin lagi, nanya apakah kita kehilangan sesuatu. Dan dia itu bilang dia itu polisi. Terus aku minta ditunjukkan identitasnya, dia nunjukkan kartu identitasnya dan dia adalah polisi. Terus aku minta tolong, kayak apakah dia melihat orang yang mencuri tas aku? (Dia bilang) Iya aku melihatnya tapi kamu tidak percaya," beber Fuji.
4. Pelaku tertangkap
Saat insiden itu terjadi, Brussel sedang diguyur hujan dan suhu menunjukkan angka tujuh hingga delapan derajat. Situasi yang membuatnya panik ditambah cuaca dingin membuat Fuji tak bisa berpikir jernih.
"Udah di situ waktu itu hujan, mana (suhunya) delapan atau tujuh derajat, super duper dingin, aku sampe menggigil, otak nggak bisa mikir, paspor hilang, di situ juga ada HP kerja aku yang biasanya buat ngerekam-rekam gitu, HP kerja aku yang kenangannya banyak banget juga, itu kayak oh my God, jantung aku tuh hilang rasanya," tutur Fuji.
Saat dirinya hendak menangis, namun Fuji ditenangkan oleh polisi tersebut. Beruntung, pelaku pencopetan itu akhirnya berhasil ditangkap.
"Aku udah mau nangis, Luci juga udah mau nangis, kita tuh saking paniknya kayak nangis aja udah males gitu loh. Terus bulenya bilang santai aja. Terus katanya dibilang mereka udah tangkap satu orangnya, jadi copetnya ada tiga orang dan kerja sama gitu. Dan polisinya nunjukkin CCTVnya, nanya apakah ini tas aku," jelas Fuji.
5. Barang ditemukan satu per satu
Meskipun tasnya sudah kembali, namun rupanya barang yang ada di dalam tas tersebut tidak utuh.
Habis itu udah, kita nunggu sambil ditanya-tanyain apa aja yang ada di tas itu. Terus dateng lah katanya tasnya ada, sekitar 20 menitan dateng tasnya. Aku seneng banget, tapi pas aku buka, pouch nggak ada, aku senengnya udah bersyukur banget ini paspor udah ada, jiwaku tenang gitu loh," kata Fuji.
Anehnya, kantong make up yang seharusnya ada di dalam tas tersebut tidak ada.
"Tapi pouch make up nggak ada, di situ dalamnya apa? Ada handphone, KTP Luci, lipbalm, lip cream, powerbank, sama bedak. Jadi nggak begitu terlalu penting ya, tapi yang penting adalah handphone karena HP kerja aku guys," jelas Fuji.
Setelah menunggu kembali, kantong make up yang dimaksud Fuji pun akhirnya ditemukan. Tetapi anehnya, HP miliknya yang seharusnya berada di dalam kantong tersebut tidak ada dan hanya ada casing ponselnya.
"Terus mereka balik lagi, sekitar 10 sampai 15 menit, dateng lagi katanya pouch ini ketemu. Tapi pas dateng itu, di dalam pouch cuma ada casing HPnya doang, HPnya nggak ada," tambah Fuji.
Alhasil, Fuji harus menunggu kembali hingga polisi menemukan ponsel miliknya.
"Yaudah habis itu kita nunggu lagi, dan akhirnya HP ini balik. Dianterin lagi, terima kasih banget ya Allah. Aku sangat teramat beruntung, sangat bersyukur semuanya balik. Dan terima kasih banget buat polisi itu yang sudah teramat peka," pungkas Fuji.
Menurut keterangan Fuji, pelaku pencopetan berjumlah tiga orang itu sudah berada di dalam mobil polisi dalam keadaan tangan diborgol.
Insiden kecopetan itu membuat warganet meminta Fuji untuk lebih berhati-hati dan memperhatikan barang miliknya. Pasalnya, ini bukan kali pertama Fuji kecopetan. Sebelumnya, adik Fadly Faisal itu juga pernah kecopetan saat liburan ke Jepang.