PDIP menjadi satu-satunya partai politik yang memenuhi ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold sebesar 20 persen untuk Pilpres 2024 mendatang.
Namun apakah PDIP bakal menggunakan golden ticket itu dan mencalonkan capres sendiri?
Peneliti Pusat Riset Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Lili Romli meyakini bahwa partai berlambang kepala banteng itu akan tetap berkoalisi dengan partai politik lain. Tujuannya, untuk memastikan pemenangan pada kontestasi mendatang.
"Sekarang meski pemilihan langsung oleh rakyat, bukan oleh MPR, koalisi tersebut masih diperlukan buat PDIP, tidak bisa jalan sendiri. Adanya kerja sama dengan partai lain masih signifikan," ujar Romli saat dihubungi, Rabu (11/1/2023).
Saat ini, delapan partai politik lain yang ada di parlemen seakan telah memiliki rencana koalisinya masing-masing. PDIP dinilai dapat menjalin kerja sama politik dengan partai politik lain yang tak lolos ke DPR.
"Kalau jalan sendiri, tidak mengajak partai-partai lain, PDIP akan ditinggalkan oleh partai-partai dan kandidatnya akan dikeroyok. Jika ini terjadi peluang untuk menang menjadi berat, menghadapi banyak kendala, karena banyak musuh," ujar Romli.
Ia sendiri menilai bahwa Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri akan menunjuk kadernya sebagai calon presiden (capres). Namun, ia menilai masih adanya perasaan dilematis, sehingga sosok tersebut belum juga diumumkan.
Sebelumnya diberitakan, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menyatakan siap melaksanakan instruksi Ketua Umim Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, yang disampaikan pada peringatan Hari Ulang Tahun Ke-50 PDI P di Jakarta dengan turun langsung membantu rakyat.
“Arahan Ibu Megawati sangat jelas, semua kader diminta untuk mengkonsolidasikan diri dan turun ke bawah membantu masyarakat. Saya siap laksanakan," katanya di Jakarta, Selasa.
Baca Juga: Profil Kobbie Mainoo, Gelandang 17 tahun Manchester United yang Tampil Memukau di Laga Debut
Menurut Ganjar, instruksi itu merupakan pesan politik yang paling penting dan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri menegaskan akan mengumpulkan lagi para kader pada 1 Juni 2023.
"Sebelum itu, kami mesti pastikan membela rakyat, membantu rakyat, turun ke bawah. Dan Insyaallah pada saat pertemuan 1 Juni nanti itu, kepercayaan rakyat pada PDI Perjuangan makin tinggi," ujarnya.
Orang nomor satu di Jateng itu juga menilai perayaan HUT Ke-50 PDI Perjuangan berlangsung meriah dengan dihadiri ribuan kader.
Dalam pidato politiknya, Megawati Soekarnoputri menginstruksikan seluruh kader untuk rajin turun ke lapangan, bertemu langsung dengan rakyat l, dan membantu berbagai persoalan yang ada.
"Kita harus menyatu dengan rakyat, turun ke bawah. Itu di Jakarta, masih ada warga yang tidur di kolong jembatan. Banyak kesengsaraan yang ada di Ibu Kota republik ini. Apa kalian tidak punya rasa iba? Kalau yang dipikir mau kaya, pengen berkuasa saja, lebih baik mundur dari PDIP," tegasnya.