Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional

M Nurhadi

Rabu, 29 April 2026 | 09:44 WIB
Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
Ilustrasi mahasiswa (Freepik)
baca 10 detik
  • Kemdiktisaintek berencana menutup program studi yang dinilai usang untuk menyesuaikan lulusan dengan kebutuhan delapan sektor industri strategis nasional.
  • Sekjen Kemdiktisaintek Badri Munir Sukoco menegaskan perlunya perguruan tinggi beralih dari strategi berbasis popularitas menuju strategi pengembangan industri.
  • Evaluasi ini menyasar jurusan administratif, sosial teoretis, dan manufaktur konvensional guna menekan angka pengangguran terdidik di Indonesia.

Suara.com - Lanskap pendidikan tinggi di Indonesia bersiap menghadapi perombakan besar-besaran. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) secara tegas mewacanakan penutupan sejumlah program studi (prodi) di berbagai perguruan tinggi yang dinilai sudah usang dan tidak relevan.

Langkah radikal ini diambil demi menyesuaikan output lulusan dengan kebutuhan delapan sektor industri strategis nasional yang menjadi tulang punggung perekonomian masa depan.

Perubahan arah kebijakan ini mengharuskan kampus-kampus di Indonesia untuk segera melakukan evaluasi internal. Mahasiswa dan calon mahasiswa pun diimbau untuk lebih jeli membaca arah pasar tenaga kerja agar tidak terjebak pada jurusan yang berpotensi dihapus.

Selama bertahun-tahun, perguruan tinggi di Indonesia dianggap terjebak pada strategi mendirikan prodi hanya berdasarkan popularitas di kalangan calon mahasiswa, tanpa memikirkan serapan industri nyata.

Sekretaris Jenderal Kemendiktisaintek, Badri Munir Sukoco, dalam Simposium Nasional Kependudukan 2026 yang disiarkan Senin (27/4/2026), mengkritik tajam fenomena tersebut.

"Saat ini perguruan tinggi yang ada di Indonesia sebagian besar itu mengunakan market-driven. Market-driven itu apa? Yang lagi laris apa, dibuka prodinya," kata Badri.

Pemerintah kini menuntut kampus beralih ke strategi market driving, yakni mencetak SDM unggul untuk membidani dan membesarkan industri-industri yang menjadi target prioritas negara, dengan harapan sektor tersebut mampu tumbuh di kisaran 12-15 persen.

Analisis dan Perkiraan Jurusan yang Berpotensi Ditutup

Berdasarkan fokus pada delapan industri strategis—yaitu kesehatan, ketahanan pangan, digitalisasi, hilirisasi, pertahanan, material maju dan manufaktur, energi, dan maritim—kemungkinan besar akan terjadi perampingan pada prodi yang bersifat terlalu umum, jenuh, atau keahliannya dapat digantikan oleh otomatisasi.

baca juga

Berikut adalah perkiraan kategori jurusan yang berpotensi ditutup, dilebur, atau dievaluasi ketat:

  • Administrasi Perkantoran Klasik dan Kesekretariatan: Dengan fokus nasional pada digitalisasi dan kecerdasan buatan (AI), pekerjaan administratif rutin yang diajarkan pada prodi ini berisiko tinggi digantikan oleh perangkat lunak dan otomatisasi.
  • Beberapa Cabang Ilmu Sosial dan Humaniora Murni: Jurusan yang bersifat sangat teoretis tanpa integrasi dengan sains data atau pemecahan masalah industri mungkin akan dipangkas. Pemerintah akan lebih memprioritaskan program studi interdisipliner.
  • Manajemen Bisnis Konvensional: Jurusan manajemen yang sudah sangat jenuh (oversaturated) dan tidak memiliki spesialisasi teknologi, hilirisasi, atau maritim berpotensi dilebur. Kampus dituntut menawarkan manajemen yang spesifik, seperti Manajemen Rantai Pasok Energi atau Manajemen Manufaktur Maju.
  • Teknik Manufaktur Tradisional: Jurusan yang masih mempelajari mesin dan manufaktur konvensional tanpa menyentuh advanced materials (material maju), semikonduktor, atau robotika industri kemungkinan besar akan dipaksa untuk memperbarui kurikulum secara total atau ditutup.

Evaluasi menyeluruh terhadap relevansi prodi dengan arah pembangunan akan segera dieksekusi demi meminimalkan angka pengangguran terdidik.

"Mungkin ada beberapa yang harus kami eksekusi dalam waktu tidak terlalu lama terkait dengan prodi-prodi, perlu kita pilih, kita pilah, dan kalau perlu ditutup untuk bisa meningkatkan relevansi," tegas Badri.

Pemerintah mengharapkan sinergi penuh dari para rektor di seluruh Indonesia. Badri menekankan perlunya kebesaran hati pengelola kampus untuk mengambil keputusan pahit demi kebaikan jangka panjang.

"Nah tentu perlu ada kerelaan dari masing-masing rektor, untuk melakukan kajian itu, disesuaikan agar prodinya itu relevan gitu, ada kebijakan yang nantinya akan kita keluarkan misalnya program interdisipliner atau major minor," tambahnya.

Sebagai solusi, kampus didorong untuk membuka atau mengembangkan prodi-prodi baru yang beririsan langsung dengan pengembangan industri prioritas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bongkar Dampak Buruk Reklamasi di Pulau Serangan, DPR Minta Penghentian Sementara Seluruh Aktivitas!

Bongkar Dampak Buruk Reklamasi di Pulau Serangan, DPR Minta Penghentian Sementara Seluruh Aktivitas!

News | Senin, 27 April 2026 | 11:06 WIB

Rektor Paramadina: Penutupan Prodi Visi Jangka Pendek, Kampus Bukan Sekadar Cetak Pekerja!

Rektor Paramadina: Penutupan Prodi Visi Jangka Pendek, Kampus Bukan Sekadar Cetak Pekerja!

News | Minggu, 26 April 2026 | 14:25 WIB

UI Green Marathon 2026: Saleh Husin Siap Taklukkan 42 KM demi Masa Depan Mahasiswa

UI Green Marathon 2026: Saleh Husin Siap Taklukkan 42 KM demi Masa Depan Mahasiswa

Your Say | Sabtu, 25 April 2026 | 16:33 WIB

Daur Ulang Air Wudhu hingga Panel Surya, Jejak Kampus Muhammadiyah Menuju Transisi Energi

Daur Ulang Air Wudhu hingga Panel Surya, Jejak Kampus Muhammadiyah Menuju Transisi Energi

News | Senin, 20 April 2026 | 22:15 WIB

Mencetak Generasi Peduli Lingkungan yang Bertanggung Jawab Melalui Proyek Fikih Hijau

Mencetak Generasi Peduli Lingkungan yang Bertanggung Jawab Melalui Proyek Fikih Hijau

News | Senin, 20 April 2026 | 20:57 WIB

Sabrina Chairunnisa Kecewa Sanksi UI, Minta 16 Mahasiswa Pelaku Kekerasan Seksual di-DO

Sabrina Chairunnisa Kecewa Sanksi UI, Minta 16 Mahasiswa Pelaku Kekerasan Seksual di-DO

Entertainment | Senin, 20 April 2026 | 06:00 WIB

Terkini

Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali

Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:49 WIB

Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel

Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:39 WIB

Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu

Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:22 WIB

5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu

5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:11 WIB

Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung

Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung

Jabar | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:50 WIB

Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua

Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua

Health | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:40 WIB

Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen

Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:12 WIB

Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:06 WIB

Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup

Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup

Bogor | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:59 WIB

Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim

Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:48 WIB

×