Sejumlah orang yang mengatasnamakan pendukung Bharada E atau Richard Eliezer mendatangi Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (13/2/2023). Mereka berharap Bharada E divonis bebas.
Oma Luki (68), salah seorang pendukung Bharada E, menilai Richard pantas mendapat vonis bebas karena telah mengungkap fakta yang sebenarnya dari kasus pembunuhan berencana Brigadir J ini.
"Bharada E menjadi justice collaborator, dia jujur dan dia harus dibebaskan karena dia bukan pelaku," kata dia.
Menurutnya, tuntutan 12 tahun penjara terhadap Bharada E tidak adil.
Sebab, mantan anak buah Ferdy Sambo itu sudah memberikan keterangan yang jujur dan membuka kotak pandora kasus pembunuhan Brigadir J yang semula diskenariokan tembak-menembak.
"Karena kalau dia tidak ada, kemungkinan Sambo bisa mengarang dan tidak ada yang tahu cerita sebenarnya," katanya.
Pendukung Bharada E lainnya bernama Anna berharap meski nantinya Richard Eliezer dihukum penjara, setelahnya dia bisa menjadi pribadi yang lebih baik.
"Saya harap Eliezer bisa tobat dan menjadi orang yang lebih lagi usai bebas dari penjara nanti," kata Anna.
Baca Juga: Begini Rencana Bharada E ke Depan Jika Tak Bisa Lagi Jadi Anggota Brimob
Terdakwa kasus pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J), Ferdy Sambo, divonis mati oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa tersebut dengan pidana mati," ujar Hakim Ketua Wahyu Iman Santoso dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Jakarta, Senin.
Hakim menyatakan bahwa Ferdy Sambo terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar Pasal 340 subsider Pasal 338 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
Selain itu, hakim juga menilai Ferdy Sambo terbukti melanggar Pasal 49 jo. Pasal 33 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11/2008 tentang ITE jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.